Rp 15 Triliun Bangun Rel Kereta Api RL-Pulau Baai

Rp 15 Triliun Bangun Rel Kereta Api RL-Pulau Baai

864
BERBAGI

RBO, BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov-red) Bengkulu kembali berencana membangun rel kereta api di Bengkulu. Sekadar mengingatkan, sewaktu Gubernur Bengkulu H Agusrin dan Gubernur H.Junaidi Hamsyah, M.Pd masih menjabat, juga pernah digaungkan akan dibangun rel kereta api di Bengkulu, namun mega proyek tersebut hingga kini belum juga teralisasi.

Sementara itu, pembangunan rel kereta api ini sendiri rencananya akan melintasi daerah Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong hingga ke pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Adapun perusahaan yang akan membangun mega proyek prestisius bernilai Rp 15 triliun ini, adalah perusahaan Trans Rentang Nusantara Jakarta.

“Nggak, ini bukan melanjutkan yang kemarin, ini dengan pihak swasta. Jadi kita menginginkan anggarannya nggak ada anggaran dari pemerintah,” terang Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH, kemarin (13/2).

Dijelaskan dia, salah satu tujuan pembangunan rel kereta api ingin menjadikan Bengkulu sebagai outlet nya Sumatera Selatan.

“Karena Sumatera Selatan itu banyak batu bara. Jadi nanti kalau perlu batu bara nya Sumatera Selatan kan mau ekspor, nah bila perlu Bengkulu yang beli batu baranya,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi apakah tujuan pembangunan rel kereta api ini hanya untuk mengangkut komoditi batu bara?.

“Nggak, juga penumpang juga dan rencananya keretanya itu lokomotif nya listrik, makanya dengan sendirinya terkoneksi dengan pembangkit listrik 2×100 MW. Kita bangun pembangkit banyak-banyak disini,” tegasnya.

Dijelaskan, lebih lanjut, ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan guna merampungkan mega proyek pembangunan rel kereta api tersebut.

“Dia (investor-red) minta izin studi dulu, ini kan tahap studi dulu selama dua bulan, tiga bulan. Kalau AFS nya memang layak mereka lakukan dengan mintak izin trase. Kalau izinnya trasenya dikeluarkan disetujui, maka tahap selanjutnya itu adalah pelacakan trase, Gubernur mengeluarkan izin trase. Nah, kemudian nanti baru pelelangan, ya dia hanya sebagai pemrakarsa,” ulasnya.

“Kalau ada yang lebih hebat lagi (investor-red) mau sanggup menutupi semua biaya-biaya yang dikeluarkan maka itu yang akan membangun. Itu kan aturannya seperti itu,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Trans Rentang Nusantara Jakarta, Indra Jaya Putra Jamaah saat dijumpai HARIAN RADAR BENGKULU di Kantor Gubernur Bengkulu kemarin (13/2) menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rel kereta api tersebut mencapai Rp 15 triliun.

“Anggarannya Rp 15 triliun. Kita akan membangun stasiun nantinya untuk tempat stok batu bara kami yang berafisiliasi atau batu bara yang ada di sekitarnya,” jelasnya, kemarin usai rapat dengan pihak Pemprov Bengkulu.

“Kami perusahaan dalam negeri, ini nggak hanya untuk angkutan komoditi batu bara, namun juga untuk penumpang,” jelasnya singkat.

Sekadar informasi, rencananya pembangunan rel kereta api melintasi daerah Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong-pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu akan mulai dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. Rp 15 Triliun Bangun Rel Kereta Api RL-Pulau Baai Kota Bengkulu akan mulai dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

8 − six =