Tarikan Belanak Bikin Ketagihan dan Jantung “Dag Dig Dug”

Tarikan Belanak Bikin Ketagihan dan Jantung “Dag Dig Dug”

401
BERBAGI
TOPHER/RBO: Pemancing Belanak sedang menunggu sensasi tarikan belanak

Bicara soal rasa dan sensasi serta kenikmatan itu sulit dilukiskan dengan kata-kata. Apalagi sudah berbicara soal hobby yang memberikan kebanggaan serta rasa penasaran yang tak terbayar dengan uang. Apa sebab, setiap orang berbeda-beda sensasi kenikmatan dari tersalurnya hobby tersebut.

Katakanlah seorang pemancing profesional yang memilih untuk memancing ikan “belanak” dari pada mancing ikan lainnya. Karena memancing belanak memberikan sensasi kenikmatan tersendiri disaat pancing disentak dengan tarikan ikan belanak tersebut.

Oleh H. CHRISTOPHER – KOTA BENGKULU

Seperti dikatakan pemancing profesional berikut ini, Rovesco Agromiko dan Benny Sunandar yang lebih memilih spesialisasi mancing ikan “Belanak” dari pada mancing ikan lainnya.

“Ada sensasi tersendiri ketika kail kita disentak dengan tarikan belanak itu,” Kami Rovesco sembari melemparkan kembali kailnya ke Tengah Sungai Muara Jenggalu.

Ketika sudah mendapatkan sensasi menyenangkan disaat tarikan belanak tersebut tak akan mampu dilukiskan dengan kata-kata dan juga tak akan mampu dihargai dengan uang.

“Yang tak akan terbayar itu adalah sensasi tarikanya, itu tak akan mampu dihargai dengan uang,” sampai dia.

Rovesco yang telah menemukan hobby memancingnya sejak 10 tahun lalu, mengakui telah merasakan semua tarikan ikan, namun yang paling berkesan adalah tarikan ikan belanak.

“Hampir semua jenis ikan sudah saya rasakan tarikannya, namun yang memiliki kesan mendalam adalah ikan belanak ini, karena tarikan ikan belanak ini mampu membuat jantung berdebar-debar dan badan panas dingin sebelum naik ke darat,” jelas Rovesco Agromiko yang lebih senang dipanggil Miko ini.

Bahkan sulit baginya untuk menggambarkan sensasi tarikan ikan belanak ini, karena “dagdigdug” sebelum naik kepermukaan akan sangat terasa, apalagi memancing ikan ini juga menggunakan senar yang halus dan pancingnya pun juga halus.

Sementara itu, pemancing senior lainnya, Benny Sunandar juga mengakui jatuh hati pada tarikan ikan belanak ini, sebab ada rasa yang sulit dilukiskan dengan kata-kata ketika sudah merasakan tarikan ikan belanak liar tersebut.

“Sulit saya menggambarkanya, jika kail anda sudah ditarik oleh ikan belanak liar itu,” kata dia yang tak henti-hentinya memandangi kail yang terpasang menunggu tarikan belanak.

Dikatakan Benny yang sudah menekuni hobby memancingnya belasan tahun lalu tersebut, telah banyak pengalaman memancingnya yang berkesan, namun yang paling menyenangkan adalah saat mancing belanak tersebut.

“Tarikan ikan yang paling berkesan adalah tarikan ikan belanak ini, makanya ketika pancing anda sudah ditarik ikan belanak itu, maka kamu pasti akan tergila-gila karena sensasinya,” ungkap dia.

Hanya saja saat ini karena pengaruh lingkungan dan faktor manusia yang membuang sampah di sungai membuat lokasi-lokasi favorit memancing ikan belanak tersebut telah banyak yang rusak dan bersampah dengan kantong plastik.

“Semoga saja banyak kalangan peduli dengan keberadaan ikan belanak ini dengan tidak membuang sampah di sungai, khususnya sampah plastik, dan mari kita jaga kondisi lingkungan khususnya ekosistem mangrove dan kebersihan sungai agar ikan belanak akan tetap terus memberikan sensasi, khsusnya di sungai muara Jenggalu,” harap Benny sembari memasang umpan dikailnya lagi.

Umpan mancing belanak tersebut adalah tepung yang sudah diracik sedemikian rupa sehingga bisa menempel pada pancing.

“Inilah rahasia memancing belanak itu, yakni pada racikan umpannya,” kata dia lagi.

Agar pembaca tidak penasaran dengan ikan belanak ini, berikut informasi yang diambil dari Wikipedia – Belanak, dan Ikanmania.wordpress.com disebutkan Ikan belanak, ikan ini mempunyai nama latin Valamugil Sehel.

Merupakan jenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hampir menyerupai ikan bandeng. Ikan belanak merupakan jenis ikan pelagis (benthopelagic) yang bersifat katadromus, dapat hidup di perairan tawar seperti sungai, estuari dan laut dengan kedalaman sampai 120 meter.

Ikan ini hidup di perairan tropis dan subtropis. Terkadang ditemukan juga di perairan payau, bahkan di air tawar. Di kawasan Pasifik ikan ini ditemukan di Fiji, Samoa, New Caledonia dan Australia.

Sedangkan di Asia, banyak ditemukan di Indonesia, India, Filipina, Malaysia dan Srilangka.

Bentuk ikan belanak secara umum memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah.

Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/ organisme yang terbenam dalam lumpur. Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali. (***)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 + 15 =