Dua Pelaku Pembunuhan Ditangkap, Ganggu Anak Korban

Dua Pelaku Pembunuhan Ditangkap, Ganggu Anak Korban

BERBAGI
Ikrok/RBO: Inilah Suparman (kiri) dan Suparno (kanan), saat diamankan di Polres Kepahiang.

RBO, KEPAHIANG – Dalam tempo 6 jam pasca kejadian polisi berhasil membekuk kakak-adik pelaku pembunuhan terhadap Rudi Hartono alias Harmen (39), warga Desa Taba Baru Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang, dikebun kopi, Rabu (15/02) siang.

Pertama kali dibekuk polisi adalah pelaku Suparman (22). Pelaku dibekuk saat berada di salah satu rumah warga Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu Kepahiang, pukul 19.00 WIB.  Lalu pelaku lainnya  Suparno (18) dibekuk esok harinya Kamis (16/02) sekitar pukul 11.00 WIB, saat bersembunyi di kebun warga. Saat ini polisi sudah menetapkan Suparman sebagai tersangka, sedangkan Suparno masih dalam penyelidikan.

Kapolres Kepahiang AKBP. Ady Savart PS, SH, SIK, bersama Waka Polres Kompol. Rudy, dan Kasat Reskrim AKP. Khoirul Huda, Kabag Ops Kompol Safrudin, Kapolsek BI Iptu S. Simarmata, dalam jumpa persnya menyebutkan penangkapan terhadap kedua pelaku atas kerjasama Satreskrim Polres Kepahiang, Polsek Bermani Ilir, Polsek Muara Kemumu dan Babinmas setempat serta warga.

“Kita ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini,”ujar Kapolres Kepahiang, Kamis siang.

Selanjutnya disampaikan Kapolres, motif dugaan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia ini adalah dendam lama. Dimana awalnya pelaku Suparno merasa tersinggung dengan korban yang mengatakan pelaku menggoda anak perempuan korban.

“Motifnya masalah sepele, dimana tersangka Suparno dituduh menyebutkan anak korban “L”, sehingga korban emosi dan terjadi konflik,”tutur Ady Savart.

Permasalahan ini tambah Ady, sempat diselesaikan secara kekeluargaan yang difasilitasi oleh kepala desa Desa Taba Baru. Namun, nampaknya tidak juga menyejukan suasana sehingga kedua pelaku mendatangi rumah korban untuk mengajak berkelahi.

“Saat itu korban sedang ngaduk semen depan rumah, lalu lewat pelaku Saparno dari arah perkebunan, tetapi saat cuma lewat saja,”tutur kapolres.

Sekitar pukul 13.30 WIB, kedua pelaku kembali mendatangi rumah korban dan berdiri dijalan depan rumah lalu tersangka Suparman mengacungkan parang kearah korban dan pelaku Suparno mengeluarkan ucapan tantangan, lalu diikuti korban dan anaknya Yoke. Nahasnya saat sampai di TKP kebun kopi berjarak 50 meter dari rumah korban, kedua pelaku sudah bersiap-siap dengan senjata ditangan. Saat korban tiba pelaku Suparman melemparkan batu kearah korban dan mengenai bahu sebelah kiri sehingga korban terjatuh.

“Saat korban mau berdiri, pelaku Suparman membacok telinga kiri korban sebanyak 2 kali da kepala satu kali, lalu korban coba melarikan diri menuju arah rumah,”ungkap Ady Savart.

Tetapi korban dikejar oleh pelaku Suparman dan Suparno, sehingga korban kembali terjatuh, dan tersangka Suparman menusuk dada korban dengan pisau dan membacok lengan kiri korban. Tanpa menunggu perintah pelaku Suparno membacok punggung kiri korban. Usai itu kedua pelaku melarikan diri. Akibat kejadian itu korban mengalami 5 luka robek dan satu luka tusukan, akhirnya meninggal dunia.

“Melihat korban sudah tidak berdaya, anak korban datang dan mengendong bapak untuk mencari bantuan, lalu korban dibawa warga ke RSUD Kepahiang, “tutur mantan Kasat PJR Dit Lantas Polda Bengkulu ini.

Selain berhasil membekuk kedua pelaku, polisi juga sudah mengamankan barang bukti beurpa satu bilah parang panjang 50 CM, satu bilah pedang panjang 65 CM, satu bilah pisau garpu panjang 29 CM, satu buah batu, satu buah sebo abu-abu hitam, satu lembar sarung tangan platik warna merah, satu tas selempang merk Baepack, satu kaca mata coklat, sapu tabung, baju korban, celana korban.

“Kedua pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP, sub pasal 351 ayat (3) KUHP atau sub pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berenacana. Perbuat pelaku diacama 20 tahun penjara,”terangnya.

Warga Jangan Dendam

Masih Kapolres Kepahiang Ady Savart. Kapolres menghimbau kepada masyarakat Desa Taba Baru Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang, untuk tidak melakukan aksi belasa dendam kepada keluarga korban. Pasalnya saat ini bapak kedua pelaku dalam kondisi ketakutan.

“Kami himbau kepada keluarga korban untuk tidak melakukan aksi balas dendam, karena kedua pelaku sudah ditangkap dan akan diadili secara hukum, atas apa yang mereka perbuat,”himbau kapolres.

Kapolres menegaskan pihak kepolisian akan berlaku adil dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan tersebut. Pelaku akan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Serahkan semuanya pada pihak kita, kita akan proses perbuatan pelaku sesuai dengan hukum berlaku,”tegas Ady Savart. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY