Suparman & Suparno Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Suparman & Suparno Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

BERBAGI
Ikrok/RBO: Inilah Suparman (kiri) dan Suparno (kanan), saat diamankan di Polres Kepahiang.

Terancam 20 Tahun Penjara

RBO,KEPAHIANG – Suparman (22) dan adiknya Suparno (18),tahanan Polisi yang terlibat kasus pembunuhan bisa dijerat dengan menggunakan pasal 340 KUHPidana  tentang pembunuhan berencana.

Hal ini disampaikan penyidik Satreskrim Polres Kepahiang, yang hingga kemarin terus mendalami perkara tersebut. Alasannya perbuatan kedua tersangka terhadap korban Rudi Hartono alias Harmen (39), warga Desa Taba Baru Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang, dikebun kopi, Rabu (15/02) siang, kuat dugaan telah dirancang terlebih dahulu.

Sesuai hasil penyidikan Polres Kepahiang mengatakan sebelum kejadian, Suparno terlebih dahulu melintasi rumah korban untuk memastikan keberadaan korban.

“Sekira pukul 13.00 WIB, pelaku Suparno lewat depan rumah korban dari arah kebun dan melihat korban sedang ngaduk semen depan rumah,”ujar Kapolres Kepahiang, kemarin.

Lalu pada pukul 13.30 WIB, kedua pelaku kembali mendatangi rumah korban dan berdiri dijalan depan rumah korban dan tersangka Suparman mengacungkan parang kearah korban dan pelaku Suparno mengeluarkan ucapan tantangan.

Diyakini korban merasa tertantang hingga akhirnya menghampir tersangka dan pelaku. Kemudian, saat sampai di TKP kebun kopi berjarak 50 meter dari rumah korban, ternyata kedua pelaku sudah bersiap-siap dengan senjata ditangan.

Hal yang direncanaka lainya yakni, saat korban tiba dilokasi, pelaku Suparman segera melemparkan batu dan mengenai bahu sebelah kiri sehingga korban terjatuh.

“Saat korban mau berdiri, pelaku Suparman membacok telinga kiri korban sebanyak 2 kali da kepala satu kali, lalu korban coba melarikan diri menuju arah rumah, dan dikejar oleh kedua pelaku sehingga korban terjatuh, lalu ditusuk tsk Suparna dibagian dada, dan dibacok lengan kiri, lalu pelaku suparno membacok punggung kiri korban,”ungkap Ady Savart.

Analisis rangkaian pembunuhan berencana (Moord, 340 KHUP), memilik beberapa unsur. Pertama unsur subjektif pembunuhan dilakukan dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu. Kedua unsur objektif; Perbuatan menghilangkan nyawa orang lain.

Selain itu kehendak melakukan pembunuhan dilakukan dalam suasana tenang, dan ada tersedia waktu yang cukup dari timbulkan kehendak sampai dengan pelaksanaan kehendak (pembunuhan-red). Lalu pelaksanaan kehendak (perbuatan) dalam suasana tenang. Perbuatan ini diancam pidana penjara selama 20 tahun.

Selain itu perbuatan kedua pelaku juga dijerat pasal 338 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja menhilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan “pembunuhan” dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun”. Kesengajaan menghilangkan nyawa orang lain itu oleh Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berlaku dewasa ini, telah disebut “pembunuhan”. Lalu tersangka juga dikenakan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana, “Barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, kekerasan itu menyebabkan matinya orang dipidana penjara 12 tahun. Dan terakhir dijerat pasal 351 ayat (3) KUHPidana “Penganiayaan itu menjadikan mati orangnya, dipenjara paling lama 7 tahun.

“Kedua pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP, sub pasal 351 ayat (3) KUHP atau sub pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Perbuatan pelaku diancama 20 tahun penjara,”terang Kapolres. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 + eight =