Bupati & PT. TSE Janji Tidak Merusak Air Terjun Sengkuang

Bupati & PT. TSE Janji Tidak Merusak Air Terjun Sengkuang

269
BERBAGI
Ikrok/RBO: Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, saat peletakan batu pertama proyek PLTMH di objek wisata Air terjun Sengkuang, Minggu (19/02) siang.

RBO, KEPAHIANG – Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, dan Direktur Teknik Operasional PT. Tropisindo Sumber Energi (TSE), Dr. Ir. Djoko Susanto,MM, berjanji tidak akan merusak objek wisata Air Terjun Sengkuang Desa Suka Sari, dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), 0,72 MW. Hal itu disampaikan saat peletakan batu pertama, Minggu (19/02) siang.

Menurut Bupati Kepahiang, dengan adanya proyek PLTMH ini akan membantu masyarakat di Kepahiang terkhusus warga Desa Suka Sari Kecamatan Kabawetan, baik dalam peningkatan perekonomian, pariwisata dan tenaga kerja.

“Bila kita melihat dari sosialisasi disampaikan oleh PT TSE, penbangunan PLTMH tidak akan merusak air terjun, tetapi malah mempercantik kawasan wisata,”ujar bupati, usai peletakan batu pertama, kemarin.

Bupati memberikan apresiasi kepada PT. TSE, karena sudah menanamkan modal di Kabupaten Kepahiang. Ini lanjutnya baru dibangun Sengak I. Namun, akan dilanjutkan pada Sengak II dan Sengak III.

“Kita Apresiasilah, Februari 2018 sudah operasi, ini akan dipasokan khusus kecamatan, dan bisa mengalirkan 850-1700 Kepala Keluarga,”tutur Hidayat.

Hal sama juga diungkapkan oleh Direktur PT. TSE Djoko Susanto. Disampaikan Djoko, dalam pembangunan PLTMH, akan menyerap tenaga kerja sampai 100 orang. Lalu setelah selesai tenaga kerja lokak akan rekrut sebanyak 95 persen atau 30 orang, selebihnya akan tenaga teknis akan direkrut dari Jakarta.

“Dari Analisa debit yang ada disengak- sengak itu 3,5 m/detik dan kami mengunakanya 1,47 m/detik, jadi masih ada sisa air yang masuk ke Air Terjun, nanti kami keluarkan lagi ke sungai dibawa Air terjun, pangaruhnya ada tetapi tidak signifikan,”terang Djoko.

Disampaikanya PT TSE sudah menginvestasikan dana sebesar Rp 20 Miliar di Kabupaten Kepahiang tepatnya di Desa Suka Sari Kecamatan Kabawetan. Dana besar tersebut digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTMh) dengan kapasitas 2×360 KW guna memenuhi kebutuhan energi listrik khususnya di kabupaten Kepahiang.

Sejauh ini standar kebutuhan tegangan PLN sendiri sebesar 20 KV, namun sekarang dikawasan Kabawetan baru mencukupi 18 KV, sehingga listrik dikawasan Kabawetan sering redup. PLTMh nanti akan mencapai peningkatan 19,6 KV,”terangnya.

Dengan kapasitas 720 KW atau 518,400 Kwh/ bulan, nantinya penyaluran listrik akan memberikan pemenuhan untuk kebutuhan masyarakat. Disamping itu jenis energi listrik dengan menggunakan tenaga air adalah type yang ramah lingkungan dan merupakan energi terbarukan yang melindungi lingkungan alamnya di Catchment Area nya,

Tentunya setelah beroperasional PLTMh yang menggunakan dua turbin type Franchis tsb akan dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk desa sekitar PLTMh.

“Lalu bagi pemasukan daerah, selama produksi PLTMH TSE akan memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah

(PAD) Kabupaten Kepahiang sebesar Rp 6 rupiah/kwh dari penggunaan air yang dibutuhkan / digunakan PLTMh,”ungkapnya.
(izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 − 3 =