Bupati Tak Tahu SK Cetak Sawah

Bupati Tak Tahu SK Cetak Sawah

BERBAGI
RONAL/RBO: Bupati Kabupaten Seluma Saat Menjawab Pertanyaan Dari Jaksa

Banyak Tersandung Hukum, Ketua Majelis Hakim Prihatin

RBO, BENGKULU – Bupati Seluma, H Bundra Jaya SH, MH, Senin (20/02) kemarin menghadiri sidang dengan agenda pemeriksaan saksi terkait kasus cetak sawah di Kabupaten Seluma. Dalam perjalanan kasus ini, mulai diusut tahun 2014 lalu. Penyidik sudah memeriksa puluhan saksi-saksi bahkan sudah melakukan cek ke lokasi sawah dan perbandingan ke Jakarta.

Berdasarkan audit dari BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp 476 juta dari anggaran Rp 1 miliar lebih. Persidangan kemarin dipimpin oleh Ketua Hakim Jonner Manik, SH.

Kasus ini awalnya ditangani oleh Polres Seluma ini. Lalu menetapkan 4 tersangka diantaranya tim teknis masing-masing Uzwar Hidayat, Erwin Effendi dan Maradu dan A. Aksin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bupati Seluma hanya sebagai saksi. Dalam keterangannya sebagai saksi di persidangan, Bupati tidak mengetahui SK yang diterbitkan dalam proyek tersebut. Bundra mengakui tidak mengetahui pembuatan draf SK (Surat Keputusan) proyek itu.

“Saya tidak tahu soal SK itu, dikarenakan datangnya dari bawah berasal dari kelompok tani. Kita hanya dapat SK terakhir. Mereka (Kelompok Tani.red) dari awal lurah, Camat dan lain lainnya sudah rapat semua. Baru point terkahir di tangan saya. Sesudah itu saya sudah lihat paraf tanda tangan cap hukum, kita kan tidak mungkin teliti satu persatu makanya dipindahtangankan.

Untuk luas hektar saya tidak tahu, kalau anggaran sekitar satu miliar dari APBN,” terangnya saat menjawab pertanyaan salah satu anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodi Yansyah Putra, SH dalam persidangan.

Selain itu calon petani dalam proyek tersebut pun dirinya tak mengetahui sama sekali. “Soal itu pun (Calon Petani.red) saya juga tak mengetahuinya. Dikarenakan di ruangan saya banyak sekali tumpukan kertas. Karena biasanya lewat dari staf saya terlebih dahulu baru ke saya,” tambahnya.

Ketua Hakim Jonner Manik prihatin akan banyaknya pejabat Kabupaten Seluma yang bermasalah dengan hukum. “Sebelum diakhiri, saya perhatin pak. Banyak sekali yang tersandung korupsi akhir akhir ini. Harapan saya agar para pejabat lainnya sangat teliti dengan memakai aturan produk hukum yang benar, jelas dan tepat,” imbuhnya.

Diketahui pencatakan sawah tersebut berada di Desa Talang Perapat dan Air Latak, Kecamatan Seluma Barat, yang dikerjakan oleh kelompok tani. Namun, hasil pekerjaan tidak sesuai bestek. Padahal, dana pencetakan sawah puluhan hektare di dua desa itu, cukup besar mencapai Rp 1 miliar.

Hingga jajaran Reskrim Tipikor Polres Seluma menemukan indikasi tindakan korupsi dalam proyek tersebut. (cw4)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY