Jangan Sampai Terulang, Putusnya Transportasi Bengkulu – Enggano

Jangan Sampai Terulang, Putusnya Transportasi Bengkulu – Enggano

BERBAGI
TOPHER/RBO: KM Sabuk Nusantara 52 Siap Berangkat

RBO, BENGKULU – Setelah lebih 20 hari terputusnya jalur transportasi antara Bengkulu- Enganggano, saat ini Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 52 telah merapat ke Pelabuhan Malakoni Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk mengangkut penumpang dan hasil bumi dari sana menuju Bengkulu.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Baai Bengkulu akan menggelar rapat untuk pemotongan trayek KM Sabuk Nusantara, yang selama ini terlalu panjang, dimana Bengkulu – Enggano – Linau.

Kepala KSOP Pulau Baai, Moh. Ali, S.AP, M.Si dikonfirmasi membenarkan telah merapatnya KM Sabuk Nusantara 52 ke Pelabuhan Malakoni, Enggano. “Saat ini sudah tiba di Enggano. Karena berangkatnya dari Tanjung Periok Sabtu (18/2) malam. Kemungkinan besar besok sudah merapat ke pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,” ujar dia.

Menurut Ali, KM Sabuk Nusantara 52 akan intens berlayar dari Pulau Baai menuju Enggano dan sebaliknya, hingga nanti kapal Pulo Tello yang saat ini tengah docking kembali berlayar.

“Mudah-mudahan dengan kembali berlayarnya KM Sabuk Nusantara ini, tidak ada lagi kendala transportasi bagi warga Enggano untuk menuju Pulau Baai,” sampai dia.

Jika kondisi cuaca memungkinkan, KM Sabuk Nusantara 52 berlayar 3 kali dengan trayek Pulau Baai menuju Enggano dan sebaliknya.

“Masalah transportasi kami rapat untuk memotong trayek KM Sabuk Nusantara menjadi lebih singkat dari yang selama ini. Ini tidak lepas dari rencana pemerintah untuk merealisasikan tol laut dari Jakarta, Enggano dan Pulau Nias,” sampai dia.

Kepala Suku Kaitora, M Rafli Jen Kaitora menyambut baik kembali berlayarnya kapal perintis KM Sabuk Nusantara 52.

“Kami yang sudah mencapai 20 hari berada di Kota Bengkulu ini bisa segera pulang menuju Enggano. Namun kami berharap kedepan hal seperti ini tidak kembali terulang. Jadi sangat diharapkan perhatian dari pemerintah pusat, provinsi hingga daerah,” pintanya. (hcr)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY