Sidang Roti Gepeng, Satu Hari Produksi 5000 Roti

Sidang Roti Gepeng, Satu Hari Produksi 5000 Roti

338
BERBAGI
RONAL - Sidang ROTI GEPENG

RBO, BENGKULU – Dalam persidangan perkara roti gepeng Kamis (23/02) kemarin menghadirkan sedikitnya 8 saksi. Dimana dalam kasus ini terdapat 20 saksi yang akan mengikuti persidangan.

Kedua terdakwa diantaranya, pemilik perusahaan Frenky Saputra (36) warga Jalan LRG Asean Rt 14 Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muara Jambi Provinsi Jambi dan Kepala Perusahaan Suhandi (27) warga Jalan Setia Negara 8 Rt 29 Rw 04 Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu disidang.

Diketahui dua terdakwa ini pun merupakan saudara kandung yang harus mendekam di penjara. Tercantum dalam surat dakwaan jika perusahaan BB yang memproduksi tersebut menghasilkan 5000 butir roti/hari. Namun perusahaan tersebut tidak memiliki izin konsumen, sehingga Polsek Selebar menyelidiki perkara tersebut.

Dalam Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Dewi Suzana, SH, point disangka kan diantaranya. Label yang dicantum dalam roti tersebut, belum disertifikasi oleh MUI Provinsi Bengkulu. Hanya label P-IRT dengan nomor DINKES P-IRT 2061505025616 pernyataan dari Dinkes Jambi, bukan Bengkulu.

Dalam keterangan kadaluwarsa, isi bersih, alamat tempat produksi tidak dicantumkan dikarenakan belum memiliki izin. Roti diproduksi dengan rasa dua macam kacang dan coklat yang dijual seharga 1 ribu rupiah. Perharinya konsumsi ini akan dibawa ke Kabupaten Kaur, Bengkulu Utara, Kepahiang hingga Curup.

Menariknya, agar roti ini laku pihak perusahaan menyewa sales. Sales inilah yang menjual roti tersebut, ke beberapa warung. Perharinya karyawan sales ini digaji sebesar 50 ribu rupiah.

Ketua Majelis Hakim Suparman, SH bersama dua anggota Hakim Imannuel, SH dan Boy Syailendra, SH menjadwalkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pada Kamis (30/02) mendatang. Sekedar mengingat, Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Dinas Perdagangan Kota Bengkulu, BPOM Bengkulu serta Polsek Selebar mendatangi pabrik pembuatan Roti Gepeng BB di Jalan Setia Negara Raya Kelurahan Kandang Mas, pada awal Oktober 2016 lalu.

Inspeksi mendadak (sidak) ini sebagai tindaklanjut dari penyelidikan yang dilakukan kepolisian mengenai legalitas dan keamanan konsumsi roti tersebut. Alhasil, setelah dilakukan sidak, tim memutuskan untuk menghentikan sementara produksi roti yang kini banyak dijual di warung-warung kecil di Kota Bengkulu dan sekitarnya tersebut. Roti Gepeng BB dinilai tidak memenuhi standar kesehatan. (cw4)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − nine =