Selalu Berusaha Memberikan Manfaat

Selalu Berusaha Memberikan Manfaat

BERBAGI
Dr.Suawarjin, M.A

RBO,BENGKULU– “Hidup itu perjuangan. Karena itu, hidup harus memberi manfaat dan wawasan untuk orang lain serta melakukan hal-hal yang terbaik,”ungkap Wakil Dekan III Fakultas Syari’ah IAIN Bengkulu, Dr.Suawarjin, M.A saat ditemui RADAR BENGKULU kemarin.

Karena itu, bapak yang tinggal di jalan Meranti III, No 22, Kelurahan Sawah Lebar Lama, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu akan selalu berusaha membantu orang lain. Termasuk dengan mahasiswanya.

Dimata mahasiswa, sosok Suawarjin merupakan orang yang sangat ramah. Bahkan dapat memberi panutan bagi mahasiswa agar bisa seperti dia serta tegas dan humoris. Tak heran banyak mahasiwa yang senang akan caranya pada saat mengajar mata kuliah ataupun pada saat bimbingan skripsi.

Ia sangat hobi berolahraga dan membaca buku, hobi joging atau jalan santai pada saat sore hari di sekitar komplek rumahnya, kalau untuk hobi membaca, membaca buku kitab. Untuk harapan kedepan tetap menjadi manusia yang bermanfaat dan di berkahi oleh Allah SWT apa yang di jalaninnya.

” Ya, harapan saya tetap menjadi manusia yang bermanfaat. Jadi, jalani saja selagi masih diberkahi oleh Allah SWT.”

Menurut Suawarjin, ia berasal dari Jawa Tengah dan merantau ke Kota Bengkulu pada tahun 1991. Saat itu dia mengikuti kakak sepupunya pada saat ke Bengkulu. “Sebenarnya cita-cita saya bukan ingin menjadi dosen, tapi ingin menjadi tentara. Ternyata, keinginannya itu tidak dapat jadi tentara. Jadi, ya ngalir saja asalkan ada usaha dan tekad yang kuat serta selalu di ridhoi oleh Allah SWT,” jelasnya bapak yang lahir di Brobogan, 2 April 1969, anak ke 7 dari 8 bersaudara dari orang tua Irsat dan Yasminah.

Suami Rochmatun dan memiliki 3 orang anak , Nelta Elva Fadhilah, Safira Aqila (Meninggal Dunia),dan Muhammad Fuad Hasan merupakan pribadi yang ramah, tegas dan cerdas, yang tidak ketinggalan dengan ciri khas logat Jawa yang sangat kental pada saat berbicara, serta orangnya yang humoris.

Semasa kecilnya ia tinggal di Jawa bersama orang tua dan saudarannya. Pendidikannya SDN Tlogorejo tahun 1983, MTs Rohaniyyah tahun 1987, Madrasah Aliyah (MA) Futuhiyyah Jurusan Agama tahun 1990. Sedangkan untuk perguruan tinggi ia merantau ke Kota Bengkulu, sambil kerja dan kuliah. Suawarjin yang bekerja sebagai guru di Pesantren Pancasila pada tahun 1993-2000, juga sebagai mahasiswa STAIN Bengkulu jurusan Syari’ah Muamalah tahun 1998, pada tahun 1999 Suawarjin sudah menjadi dosen di STAIN Bengkulu. Pada tahun 2007 melanjutkan studi S2 Pascasarjana UMJ mengambil Hukum Islam.

Sedangkan untuk Studi S3 baru saja menyelesaikan studi S3 di UIN Yogyakarta pada tanggal 17 Februari 2017 lalu. “Ya, saya menyelesaikan studi S3 saya selama 6 tahun, tapi selama 6 tahun saya sangat rajin pulang kerumah orang tua saya, untuk menjenguk ibu saya di Jawa, 1 tahun saja saya bisa pulang kampung sebanyak 6 kali,” ujarnya.

Disertasi Studi S3 Suawarjin Pemikiran Fiqih Syekh Nanawi Banten dan pengaruhnya di Indonesia. Disertasi tersebut dipublikasikan. Selama perjalanan hidupnya, sudah banyak pengalaman organisasi mau jabatan yang diterimanya.

Pengalaman organisasi pada tahun 1994-1998 anggota PMII. Tahun 1995-1997 ketua PERMAJA. Sedangkan jabatan selama karir sebagai dosen di IAIN Bengkulu, Tahun 2010-2011 Sekjur Ushuluddin. Tahun 2011 Plt. Kajur Ushuluddin. Tahun 2011-2013. Tahun 2013 PJS. Kajur Ushuluddin Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Tahun 2013-2015 Wakil Dekan 1 Fakultas Ushuliddin, Adab, dan Dakwah. Tahun 2015 sampai sekarang Wakil Dekan III Syari’ah.(Mg-02)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY