Hindari Lewat Pagar Dewa, Bumi Ayu, Sore

Hindari Lewat Pagar Dewa, Bumi Ayu, Sore

BERBAGI

RBO, BENGKULU – Lagi-lagi permasalahan jalan selalu menjadi pembahasan yang tidak ada habisnya. Selain jalan berlubang di tengah kota yang menelan korban lakalantas, juga permasalahan jalan yang sempit dan semrawut pada jam-jam tertentu. Sebab jalan umum menyangkut hajad hidup orang banyak dengan berbagai kepentingan.

Ginting (54) warga Muaradua mengatakan jalan di Pagar Dewa dari Lampu merah menuju ke arah Pulau Baai saat pukul 16.00 sampai pukul 17.00 WIB Setiap harinya selalu tidak beraturan bahkan terkesan semrawut. “Jalan itu sempit, ditambh lagi oleh aktrivitas ekonomi masyarakat, semakin menambah kesemerawutan pengguna jalan, jika bukan terpaksa saya akan hindari lewat sana,” sampai dia.

Selain jalan itu, juga jalan di depan Simpang Bumi Ayu yang sempit juga semrawut dan bahkan seringkali terjadi kecelakaan. “Harusnya pemerintah melalui dinas yang terkait sering-sering turun ke lapangan untuk mengusulkan program, jangan sampai masyarakat kesal baru turun,” kata dia.

Disisi lain, kepada DPRD yang menjadi Wakil rakyat juga harus aktif-aktif melakukan serap aspirasi rakyat. Apalagi di depan POM Bensin itu ada lubang yang telah puluhan orang yang jatuh dari motor akibat lubang tersebut.

“Harusnya yang bertanggung jawab adalah kontraktornya, kenapa jalannya belum lama usai dibangun sudah berlubang lagi, bagaimana kalau yang jatuh tersebut adalah keluarga dari kontraktor itu sendiri,” sampai dia.

Dikatakan Ginting warga tidak tahu menahu siapa yang bertanggung jawab terhadap jalan tersebut, yang penting bagi masyarakat adalah infrastruktur jalan bagus, sebab itu bentuk dari pelayanan yang didapatkan dari pemerintah. “Mari kita membangun dengan sungguh-sungguh untuk anak cucu kita, jangan sampai proyek belum selesai, jalan nya sudah rusak,” Singkat dia. (hcr)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

one × 5 =