Gub Selidiki, Kontraktor Cina Diduga Buat Galian C Ilegal

Gub Selidiki, Kontraktor Cina Diduga Buat Galian C Ilegal

92
BERBAGI
Gub RM

RBO, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH mengatakan, pihaknya bakal menurunkan tim khusus guna menyelidiki kasus dugaan galian C diduga ilegal di lokasi pembangunan PLTU Pulau Baai Bengkulu.

“Prinsipnya, tentunya harus ada izin. Jadi semua yang ada di dalam bumi tentunya sesuai dengan amanat konstitusi, tentunya harus ada izin tentang pertambangan itu,” tegas Gubernur, kemarin (1/3).

“Tentunya nanti kita akan turunkan tim dari ESDM, kemudian dari Dishub karena itu masuk dalam kawasan otoritas pelabuhan. Dan nanti kita minta juga dikaji oleh BLH sama Kehutanan. Jangan sampai nanti mengganggu wilayah konservasi dan sebagainya. Prinsipnya, izin harus ada,” tambahnya.

Seperti diketahui, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di lahan PT Pelindo II Pulau Baai Bengkulu mulai menuai masalah. Sebab lahan tempat pembanguan PLTU berkapasitas 2 x 100 MW ini terdapat galian C yang diduga ilegal.
Padahal, pihak PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) grup usaha dari PT Intraco Penta (INTA), belum memulai aktivitas apapun terkait pembangunan.

Sementara itu, Board Of Administratif PT TLB, Hudiono mengatakan penimbunan lahan tanpa izin galian C yang dilakukan oleh Sinohydro Corporation Ltd, kontraktor asal Tiongkok atau China ini telah melakukan pengambilan pasir dan pembukaan lahan, di lokasi pembangunan PLTU Pulau Baai Bengkulu.

“Kita tidak instruksi terkait pembukaan lahan dan pengambilan pasir. Tapi dari pihak kontraktor Sinohydro sudah melakukan hal itu di lahan PLTU,” jelas Hudiono Liyanto. (ags)

Untuk Lebih Lengkapnya Baca RADAR BENGKULU EDISI CETAK 2 MARET 2017

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 + twenty =