Dipecat, Guru SDN Gugat ke PTUN

Dipecat, Guru SDN Gugat ke PTUN

BERBAGI
RONAL/RBO: Junaidi bersama kuasa Hukumnya

266 Hari Tidak Masuk Sekolah

RBO, BENGKULU – Junaidi (53) warga Jalan Merapi Ujung Raya Rt 5 Rw 6 Kelurahan Kebun Tebeng Kecamatan Ratu Agung, yang pernah mengajar sebagai guru SDN 102 Satu Atap Bangkahan Kawasan Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu menggugat Walikota Bengkulu. Kedua kuasa hukum Bendrawardana, SH dan Syaiful Anwar, SH menggugat Walikota ke Pengadilan Tinggi Usaha Negara Bengkulu terkait, perkara dipecatnya dia dari Sekolah tersebut.

Selain dipecat, penggugat juga tak pernah mendapatkan gaji di Sekolah hingga November 2016 lalu.

Dalam ponit surat eksepsi, pihaknya menolak dalil dengan tegas seluruh dalil yang dikemukakan oleh tergugat dalam hal ini Walikota Bengkulu. Dalam SK Gubernur, Junaidi yang merupakan PNS Golongan III/d, diangkat menjadi Guru Pembina terhitung April Tahun 2009 lalu.

Masa jabatan dimilikinya selama 16 tahun 7 bulan. Sementara itu, dipecatnya Junaidi berdasarkan Keputusan Walikota Bengkulu dengan Nomor : 862/508/BKD/2016. Dimana dirinya dikenakan disiplin kerja, dan tidak masuk kerja tidak melaksanakan tugas kedinasaan selama kurang lebih 266 hari. Hal ini disampaikan oleh selaku Kuasa Hukum Walikota.

“Dari LHP Inspektorat, ditemukan satu guru tidak melaksanakan tugas sebagaimananya tugas guru. Selain itu, ada juga dari LHP Dinas Pendidikan, itu dari tahun 2010 hingga 2016 tidak melaksanakan tugas. Dalam artinya tidak mengajar sama sekali, sesuai PP N0 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sehingga dia dikenakan pemberhentian tidak hormat. Jadi pemberhentian itu bukan dari dia sendiri, dikarenakan dalam peraturan itu minimal 46 hari tidak bertugas akan dikenakan hukuman, namun ini sudah lebih,” ujar Emi Suanda, SH Kamis (02/03) kemarin.(cw4)

Untuk lebih lengkapnya baca HARIAN RADAR BENGKULU EDISI CETAK 3 MARET 2017

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY