Lebih Dekat dengan Wakapolda Bengkulu, Kombes Drs. H. Agus Kurniady Sutisna,...

Lebih Dekat dengan Wakapolda Bengkulu, Kombes Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM, MH

BERBAGI
Ronal/RBI: Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Agus Kurniady Sutisna

Ungkap Kasus Kakap, Suka Tempoyak-Pendap

RBO, BENGKULU – Wajah Wakapolda Bengkulu, Kombes Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM, MH memang tampak baru akrab di mata masyarakat Bengkulu. Dirinya memiliki Komunikasi persuasif dalam menangani perkara. Ada pengalaman menarik hingga kinerja cemerlang selama mengabdi di Kepolisian Republik Indonesia.

Dengan menjalani perkerjaan dari hati nurani dan ikhlas, maka perkerjaan akan mudah dikerjakan. Ujarnya mengawali cerita karirnya. “Dalam hidup saya lebih baik berusaha dari pada tidak sama sekali. Sehingga keberhasilan dari kesungguhan hati dengan demikian perkerjaan mudah dikerjakan,” terangnya.

Agus memiliki orang tua yang juga berdarah Korps Bhyangkara. Pria dengan lahir 13 Agustus 1964 ini, tamat pendidikan AKPOL pada tahun 1987 silam. Dengan tekad yang kuat, dirinya dapat menduduki jabatan Kapolres Sukabumi untuk yang pertama kalinya pada tahun 2003. Dimana dirinya ketika itu menangani perkara pembunuhan Praja IPDN.

“Dahulu pernah mengungkap kasus pembunuhan praja IPDN. Saya waktu itu menjambat Intelejen Kasat Ops empat, di Sukabumi. Saya kumpulkan nama nama para pelaku, melapor ke atasan saya. Atasan saya melapor ke Kapolda hingga saya menjabat Kapolres Sukabumi,” terangnya.

Selain itu dirinya pernah menangani kasus Ahmadiyah yang cukup terkenal. Perkara itu terkait perbedaan keyakinan antar umat muslim.

Agus menerangkan, kondisi saat itu sangat genting. Hingga 15 ribu masyarakat menyerbu pondok milik penganut Ahmadiyah di Bogor tahun 2005. “Soal Ahmadiyah juga pernah, ketika itu masyarakat sebanyak lima belas ribu masyarakat melawan seribu penganut Ahmadiyah,” terangnya.

Pendekatan persuasif sangat dalam mempermecahkan masalah. Dengan kordinasi Pemda setempat, akhirnya permasalahan tersebut dapat meredam. Tak hanya soal pembunuhan, dirinya juga pernah menangani kasus korupsi. Agus merupakan mantan Direksrimsus Polda Metro Jaya pada tahun 2007. Disini kinerja dirinya mulai cemerlang, dimana mengungkap kasus pajak. Pelaku perkara ini pun merupakan pimpinan Gayus Tambunan.

“Waktu di Polda Metro Jaya saya berhasil ungkap kasus soal pajak. Ketika itu pelakunya merupakan bos Gayus Tambunan,” lanjutnya.

Hingga pada tahun 2015 dirinya menjabat Wadirtipidum Mabes Polri. Dimana dalam kasus penistaan Ahok, dirinya bersama ketua tim Brigjen Agus Andrianto. Ikut menangani kasus tersebut. Diakhir pembicaraan karier, menurutnya polisi harus berada di tengah masyarakat. Utama dalam pelayanan masyarakat diperlukan.

“Polisi harus berada di tengah masyarakat, agar kita tahu bagaimana kondisi masyarakat itu. Dikarenakan kita memang dari masyarakat,” katanya.

Selama menjadi anggota Polisi, Agus baru menginjak pulau Sumatera saat menjabat Wakapolda Bengkulu saat ini. Namun sembari bercanda, dirinya tak takut kehilangan selera makanan.

Pasalnya istri tercinta Hj Rahmi Savitri Rachmat Kurniady merupakan darah keturunan Kabupaten Bengkulu Selatan. Tak hanya Agus, istri tercinta merupakan anak dari Polisi Militer.

“Orang tua istri saya polisi militer dahulu. Lahir disini tepatnya Kota Manna, makanya saya tidak takut kehilangan selera menu makanan. Saya biasa makan pendap dan tempoyak,” tutup Wakapolda Bengkulu bersama Harian RADAR BENGKULU Senin kemarin (06/03) di ruang kerja. (cw4)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY