Prof. Siraj: Saya Maafkan & Serahkan Semua Kepada Allah SWT

Prof. Siraj: Saya Maafkan & Serahkan Semua Kepada Allah SWT

1144
BERBAGI
ADIT/RBO: Plt Rektor IAIN saat sidak ke semua fakultas pasca Didemo Mahasiswa.

RBO, BENGKULU – Plt. Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr.H. Sirajuddin M, M.Ag, MH tidak mempersoalkan sekelompok dosen dan mahasiswa yang melakukan aksi menuntut dirinya agar mundur  sebagai Rektor IAIN. Pasca aksi tersebut, Prof. H. Sirajuddin masih bersikap seperti biasa dan sudah memaafkan orang-orang yang terlibat.
“Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT. Saya tidak persoalkan aksi kemarin itu. Jabatan ini adalah amanah dan sementara, selama diberikan amanah saya jalankan dengan baik. Saya pesan kepada mahasiswa bahwa harus tetap kuliah, menuntut ilmu seperti biasa. Mengenai persoalan pemilihan Rektor sudah ada mekanisme dan tahapannya. Dan semua itu juga sudah dilalui. Pemilihan Rektor PTAIN adalah haknya Menteri. Siapapun yang akan dipilih jadi Rektor nantinya pasti akan kita dukung,” ujar H. Siraj usai sidak ke Fakultas- Fakultas.
Disisi lain, dalam aksi kemarin Prof. H. Siraj menyayangkan dosen & mahasiswa yang ikut aksi tersebut. IAIN ini  lembaga pendidikan yang jadi harapan masyarakat, tempat menuntut ilmu, tempat membentuk suatu peradaban yang kita bangun, contoh teladan ada disini.
“Sesuai jadwal kampus, aksi yang mereka gelar tersebut waktunya bersamaan dengan ujian. Kalau ada mahasiswa yang tidak ikut ujian gara-gara mengikuti aksi tersebut adalah tindakan yang salah karena mengganggu jam belajar mereka, mahasiswa juga punya hak untuk tidak ikut dalam aksi kemarin.  Akan ada tim yang menilai apakah kegiatan aksi kemarin itu ada unsur pelanggarannya atau tidak,” tegasnya.
Plt. Rektor IAIN Bengkulu, Prof. H. Sirajuddin juga menampik tuduhan salah satu dosen bahwa Rektor IAIN melakukan kekerasan verbal.
“Sama sekali tidak ada dan tidak benar itu. Tidak pernah saya melakukan kekerasan verbal. Kalau memang benar, kenapa baru sekarang diungkit ungkit. Menurut saya, kita kan sering bersemangat dalam mengajar bila ada kata yang kurang pas kan setiap usai belajar selalui saya akhiri dengan minta maaf,” jelasnya.
Begitu juga dengan tudingan tidak adilnya dengan fasilitas. IAIN ini uangnya milik negara, tentu ada mekanismenya, tidak bisa semena mena kita gunakan. Dan semua itu juga harus dipertanggungjawabkan. Rasanya yang paham dengan kondisi keuangan dan cara membelanjakannya tentu tidak akan meributkannya.  (ae2)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

ten + 10 =