Ngaku Polisi, Peras Muda-Mudi Pacaran di Kebun Teh, Minta Uang Rp....

Ngaku Polisi, Peras Muda-Mudi Pacaran di Kebun Teh, Minta Uang Rp. 5 Juta

BERBAGI
Ikrok/RBO: Pelaku Pemeras Muda-mudi pacaran di Kebun Teh

RBO, KEPAHIANG –  Dua pasangan kekasih dan masih berstatus dibawah umur ditelanjangi oleh dua orang tidak dikenal mengaku sebagai polisi dan meminta uang Rp. 5 Juta, saat pacaran di perkebunan teh Kabawetan, Jumat (16/06) sekira pukul 19.20 WIB.

Nahasnya lagi semuanya masih berstatus pelajar dan dibawah umur,  lelakinya inisial ES (15) dan perempuannya inisial DA (13) warga Tugu Rejo Kecamatan Karawan, Kepahiang. Keduanya merupakan pelajar SMPN 01 Kabawetan Kepahiang. Adapun pelaku inisiatif MR (28) warga Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan dan SP (31) warga Sumber Sari Kecamatan Kabawetan Kepahiang. Saat ini kedua pelaku sudah mendekati dalam jel tahanan Polres Kepahiang.
“Benar kami mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) atau pemerasan, pelaku inisial MR dan SP,” ujar Kapolres Kepahiang AKBP.  Pahala Simanjuntak,  S.IK, melalui Kasat Reskrim AKP.  Khairul Akbar, S. IK, Sabtu (17/06) malam.
Dari keterangan korban ES lanjut Khairul, awalnya kedua korban selesai buka bersama di Pasar Kepahiang, usai itu kedua korban berniat untuk pulang ke rumah, sampai di perkebunan teh Kabawetan keduanya berhenti sejenak untuk memadu kasih. Nahasnya saat sedang beduaan datang pelaku inisial MR dan SP medekati dengan muka ditutup mengunakan baju dan mengaku sebagai anggota polisi.
“Lalu kedua pelaku meminta uang Rp 5 juta,”ungkap.
Pada saat itu korban belum memilik uang dan meminta waktu untuk mencari uang tersebut. Permintaan korban dikabulkan pelaku dengan syarat pacar korban sebagai jaminannya.
“ES disuruh cari uang pacarnya DA tinggal dengan kedua pelaku di kebun teh,” sampainya.
Lalu korban langsung pulang dan melaporkan apa dialaminya ke pada saksi Sutarno, dan dilanjutkan kepada Kepala Desa Mekar Sari Amin Suwarso. Atas laporan itu kepala desa langsung memerintahkan perangkat desa dan warga mendatangi TKP.
“Kedua pelaku langsung ditangkap dan korban BA diselamatakan, lalu pelaku diserahkan ke Polsek Kabawetan,”terangnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara kedua pelaku mengaku tidak melakukan apa-apa terhadap korban BA saat ditinggal pergi oleh korban ES. Namun dari pengakuan korban BA dirinya dipaksa melucuti pakainya atau melapaskan celana sebatas lutut, tetapi belum diapa-apakan. Selain itu pelaku juga sudah menampar wajar pacarnya inisial ES sebanyak 4 kali.
“Pengakuan BA, pelaku sudah melecehkan dirinya dengan meminta melucutikan celana sampai lutut dan melakukan kekerasan dengan menampar wajah korban ES sebanyak 4 kali,” tutur Khairul. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY