Jelang Idul Fitri, MUI RL Sebar Imbauan, Teliti Sebelum Membeli Daging

Jelang Idul Fitri, MUI RL Sebar Imbauan, Teliti Sebelum Membeli Daging

93
BERBAGI
IST/RBO: Pasar Daging

RBO, CURUP – Mendekati hari raya Idul Fitri 1438 H, masyarakat Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk mewaspadai mengkonsumsi daging yang dijajaki di pasar yang ada di wilayah Curup. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong meminta kepada masyarakat untuk secara teliti memilih daging. Menurut, Ketua MUI Rejang Lebong, Mabrursyah mengatakan bahwa mendekati hari raya Idul Fitri tersebut masyarakat diminta untuk lebih waspada jika ingin mengkonsumsi daging.

“Biasanya ketika menjelang lebaran tersebut sangat rawan terjadi muncul banyak daging oplosan. Karena beberapa waktu yang lalu masyarakat Lubuklinggau dihebohkan dengan temuan daging sapi yang dicampur dengan daging babi. Oleh sebab itu, sebagai masyarakat harus benar benar meneliti sebelum mengonsumsi,”ujarnya.

Disampaikannya juga bahwa peredaran daging oplosan tentunya akan merugikan bagi masyarakat itu sendiri jika tidak berhati hati dalam membeli daging. Apalagi mendekati lebaran sangat rawan sekali menjelang lebaran apalagi memasuki H-1 maupun H-3 sering ditemui hal demikian.

Untuk sebaiknya sebelum membeli masyarakat diminta untuk memperhatikan seksama daging yang dijual mulai dari warna daging yang ditawarkan serta tekstur dagingnya. Biasanya daging yang bagus tersebut berwarna merah, tekstur dagingnya yang kenyal dan penjualannya juga digantung.”Kenali benar benar daging yang dijual jangan sampai terjebak dengan apa yang dijual,” paparnya.

Sementara pihaknya mengimbau kepada pihak terkait yang membidangi hal tersebut juga mengawasi peredaran daging oplosan tersebut yang perlu melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada para pedagang yang menjual daging tersebut. Jadi dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait tentunya besar harapan akan mengurangi ketakutan masyarakat dalam membeli/ mengkosumsi daging.”Kami juga minta pedagang yang menjual daging diawasi oleh pihak terkait. Hal tersebut guna untuk mencegah adanya peredaran daging oplosan,” pintanya.(gol)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 + 13 =