PPDB Kacau, Ini yang Harus Dilakukan

PPDB Kacau, Ini yang Harus Dilakukan

32
BERBAGI
Raharjo Sudiro

RBO, BENGKULU – Soal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mewajibkan zonasi, memang masih sangat amburadul. Untuk itu, Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu melalui anggotanya Raharjo Sudiro S.Sos meminta pihak eksekutif bisa melakukan pemetaan agar tidak kacau.
“Kalau dari regulasi yang kita lihat sekarang memang masyarakat masih banyak yang bingung atas diberlakukannya sistem zonasi ini. Untuk itu, menurut saya sebaiknya dilakukan pemetaan atau pendataan di setiap daerah untuk anak usia pendidikan serta kapasitas kemampuan daya tampung sekolah,” ungkap Raharjo Sudiro, Minggu (9/7).
Dijelaskan oleh politisi Golkar tersebut. Saat ini, mereka sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Bengkulu banyak mendapat laporan baik via pesan singkat maupun  yang datang langsung mengeluhkan soal pemberlakukan PPDB sistem zonasi ini.
“Semestinya tujuan PPDB dengan sistem zonasi ini, mendekatkan rumah dengan sekolah. Tapi yang menjadi catatan, bagaimana kemampuan daya tampung sekolah itu? Kalau daya tampungnya hanya 300 sementara anak yang ada di zona tersebut dan ingin sekolah disana berjumlah 700, kemana mereka sekolah? Ini juga harus dipikirkan, tidak mungkin semuanya harus masuk sekolah swasta,” jelasnya.
Sebab itu, agar pemberlakukan PPDB sistem zonasi ini bisa berjalan baik, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi hendaknya dapat menginventarisir keluhan masyarakat agar nanti bisa menjadi bahan untuk evaluasi.
“Harapan kita walaupun masih amburadul, jangan sampai ada anak yang tidak dapat sekolah. Dan nanti sistem ini perlu kita lakukan evaluasi bersama,” pungkasnya. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × five =