Plt Gub: Minta Dikaji Penahanan Saat Kunjungi Rutan dan Jenguk UJH

Plt Gub: Minta Dikaji Penahanan Saat Kunjungi Rutan dan Jenguk UJH

119
BERBAGI
DEDI/RBO: Plt Gub Dr. H. Rohidin Mersyah usai mengunjungi Mantan Gub Bengkulu yang dikenal dengan panggilan UJH

RBO, BENGKULU – Satu hari pasca penahanan mantan Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah atau kerap disapa UJH oleh Kejari Bengkulu tempo hari, Kamis kemarin (13/7) sekira pukul 15. 00 WIB sore hari Plt. Gubernur Bengkulu Dr. Drh. Rohidin Mersyah MM, MA kunjungi  Rumah Tahanan (Rutan) Malabero kelas II B Bengkulu sekaligus untuk menjenguk mantan Gubernur Bengkulu yang mendekam di Rutan itu, dan minta kepada pihak kejakaan untuk mengkaji kepatutan penahanan UJH.
“Saya tadi juga ketemu dengan tahanan lain. Ada yang dari Bengkulu Selatan, dan juga ada pak Junaidi Hamsyah. Alhamdulillah kondisinya sehat walafiat,” cetusnya seusai keluar dari ruang kunjungan Rutan Malabero itu kemarin.
Terkait dengan rencana dirinya bersedia menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan mantan Gubernur Bengkulu itu dia hanya mengatakan, kalau untuk memberi jaminan penangguhan itukan siapa saja bisa, dan itu adalah berupa bentuk kepedulian dirinya terhadap yang bersangkutan. Kalau dasar dirinya memberi jaminan itu tidak ada dasar apa-apa, seperti diketahui Pak Junaidi ini sering memberi pengajian dan ceramah di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan itu tidak hanya dilakukannya di Kota Bengkulu, bahkan di Kabupatan juga demikian.
“Beliau (UJH) sangat menerima kondisi seperti ini, dan dia akan mengikuti proses persidangan itu dengan baik. Pada saat saya ketemu dengan beliau dia hanya mengatakan saya ikhlas jalani semua ini. Inikan bentuk tanggung jawab saya. Beliau hanya mengatakan demikian. Kalau untuk penangguhan itu sejauh ini saya sudah sampaikan dengan Penasihat Hukumnya, dan juga dengan pihak Kejaksaan. Yang jelas kasus ini kita serahkan sepenuhnya dengan aparat penegak hukum, untuk mengkaji, menilai dan melihat kepatutan penahanan terhadap pak Junaidi itu,” ujar Rohidin.
Kedatangan dirinya ke Rutan itu, dia sedikit menepis pertanyaan sejumlah awak media. Kedatangan dirinya itu terutama untuk melihat kondisi dan situasi Rutan pasca pembakaran tahun lalu. dari kunjungannya itu,  dia (Rohidin) sedikit menjelaskan kekurangan sarana dan prasarana di Rutan tersebut salah satunya air bersih dan juga LP anak yang masih gabung dengan dewasa. Hal ini yang harus dibicarakan di kalangan Pemprov.
“Saya ke Rutan ini sebenarnya untuk melihat dan meninjau kondisi Rutan ini. Yang mana setelah kejadian pembakaran beberapa waktu lalu, kemudian Rutan ini dibangun total dan direnovasi secara keseluruhan, ya sekaligus melihat kondisi pak Junaidi,”ujarnya seusai besuk ke Rutan ini Kamis kemarin.

Ditahan UJH Diberlakukan Sama

Paca penahanan Mantan Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah atau kerap disapa UJH oleh Kejakasaan Negeri (Kejari) Bengkulu tempo hari, terdakwa UJH di malam pertama atau hari pertama berada di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero kelas II B Bengkulu diberlakukan sama dengan Nara Pidana (Napi) lainnya. Dikatakan Kepala Rutan Malabero Kelas II B Bengkulu, Fikri Jaya Soebing, untuk terdakwa UJH satu minggu kedapan sebelum lebih jauh dan menentukan vonisnya akan diberlakukan pengenalan diri terlebih dahulu dengan lingkungan tempat tinggal baru yang dihuninya pada saat ini.
“Ya untuk terdakwa UJH, sekarang kita tetapkan di ruangan Pengenalan diri biasa disebut ruang (Mapenali) selama 6 hari kedepan, bertujuan supaya yang bersangkutan dapat mengenali atau memperkenalkan dirinya dengan lingkungan tempat yang ia huni saat ini. Setelah 6 hari itu dilaluinya nanti akan dipindahkan keruangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” terang Fikri Kamis kemarin.
Khusus untuk Terdakwa UJH, lanjut dia, selama di dalam Rutan ini, tidak ada perbedaan dengan Napi lain yang ditahan di Rutan Malabelo ini. Demikian juga dengan masalah pengamanan juga sama, tidak ada perbedaan dengan Napi lain.
“Yang namanya terdakwa atau Napi yang sudah ditahan di Rutan ini, kita akan berlakukan sama tidak ada tebang pilih, semuanya merata. Demikian juga dengan pengamanannya, tidak ada pengamanan khusus untuk UJH rekomendasi dari pihak keluargapun tidak ada. Semua Napi kita berlakukan sama,”pungkas dia.
Sementara itu Rabu kemarin, 13 Juli 2017 sekira pukul 10. 00 WIB tampak salah satu mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu berkunjung ke Rutan Malabero, yakni, Sumardi, tak lain mantan Pelaksana Tugas (PLT) Sekeretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu pada zaman kepemimpinanya pada tahun 2015 lalu.
Saat dikonfirmasi ia membenarkan memang kedatangannya ke Rutan itu bertujuan untuk melihat UJH, namun dia enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan ini kunjungan biasa saja.
“Ya, saya mau besuk untuk melihat pak UJH. Saya tidak membawa apa-apa, saya hanya membawa rokok dan nasi saja,” cetusnya sambil menuju pintu masuk ke Rutan itu.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

six + 17 =