RSMY “Maklumi” Pandangan Keliru Masyarakat

RSMY “Maklumi” Pandangan Keliru Masyarakat

478
BERBAGI
ADIT/RBO: Direktur RSMY bersama Wakil Direkur Pelayanan Medik dan Kasubag Hukum, Humas Kemitraan memberikan keterangan pers (11/8)

dr. Zulki : Pahami Dulu Mekanismenya

RBO, BENGKULU – Pihak manajemen RSUD. M. Yunus (RSMY) Bengkulu bisa memaklumi terkait sering terjadinya pandangan keliru masyarakat terkait pelayanan RSMY.  Pihak RSMY sabar dan sudah memaafkan orang yang memiliki padangan negatif terhadap image RSMY. Opini negatif yang timbul ditengah masyarakat adalah buah ketidakpahaman masyarakat.
Seperti perihal belum lama ini, pihak RSMY yang dituding   dan diduga menolak pasien atas nama AM (32) Warga Kota Bengkulu.
Dalam konferensi persnya, Direktur RSUD M. Yunus Bengkulu dr. Zulki Maulub Ritonga, Sp. An menjelaskan kondisi sebenarnya.
“Kami diharamkan dan tidak pernah menolak pasien. Hanya saja yang perlu saya luruskan disini adalah pasien yang datang itu sebenarnya bukan bermasalah dengan kami (RSMY-red), melainkan dengan BPJS Kesehatan. Kami ini tugasnya hanya melayani tindakan medis. Masalah administratifnya ke BPJS.  Ada kekeliruan disini. Makanya hendaknya cek dan ricek dulu. Sebenarnya AM ini awalnya mengaku pada pak Walikota adalah warga miskin tidak mampu, sehingga pak Walikota datang ke RSMY dan mengira ada unsur kesengajaan. Perlu diketahui bersama, pasien ini ternyata Ia adalah peserta BPJS Kesehatan Mandiri kelas satu. Itu artinya beliau ini mampu. Yang tidak mampu itu adalah peserta BPJS kelas 3  PBI. Kedua, pasien ini menunggak pembayaran BPJSnya selama 6 bulan tidak dibayar, sehingga totalnya lebih dari Rp 1 juta. Sesuai mekanismenya, kami ini memberikan pelayanan sesuai rekomendasi dari BPJS. Karena BPJS lah nanti yang menanggung semuanya,” ujarnya.
Lanjut Zulki, perlu saya tekankan pula bahwa pasien ini tidak dalam kondisi darurat.
“Pasien ini masih dalam tahap rawat jalan dan bukan dalam kondisi darurat yang harus segera mendapatkan tindakan medis. Kalau pun kondisi pasien darurat, misalkan korban kecelakaan yang harus segera operasi, pasti kami lakukan. Setelah operasi baru kami berikan waktu 2×24 jam untuk menyelesaikan segala sesuatunya.’’      Untuk diketahui,  jadwal pasien AM ini untuk operasipun sudah ada. Namun bagaimana mau operasi kalau  Ia memiliki tunggakan terhadap BPJS. ‘’Bukan kami tolak, namun ya selesaikan dulu masalahnya dengan BPJS. Ya, kami pahamlah situasi sekarang ini. Dimana beliau (Walikota) pemimpin Kota. Namun hendaknya sebelum kekita, lakukan cek dan ricek dulu. Ini rumah sakit rujukan yang ditunjuk Kemenkes,” cetusnya.
dr. Zulki mengatakan, ini pelajaran untuk kita semua. Dari pemimpin daerah hingga masyarakat biasa bahwa BPJS Kesehatan itu sangat penting dan jangan diabaikan.
“Peserta BPJS haruslah membayar iuran tepat waktu. Tujuannya adalah agar peserta itu sendiri dapat merasakan manfaatnya. Karena kita tidak tahu kapan sakit. Jadi, ikutlah BPJS. Bayarlah tepat waktu agar bisa digunakan kapan saja,” pungkasnya.
Zulki menerangkan, buktinya saat ini pasien tetap dirawat dan akan dioperasi.(ae2)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seventeen − eight =