Lahan Dikuasai Pejabat, Warga Sebakul Minta Kembalikan

Lahan Dikuasai Pejabat, Warga Sebakul Minta Kembalikan

BERBAGI
DEDI/RBO: Warga menunjukan lahan yang belum diganti rugi oleh PT BMQ terkait lokasi penambangan batu bara. Rencananya warga kembali melakukan blokade lokasi tambang.

RBO, BENTENG – Warga Desa Air Sebakul Kecamatan Talang Empat geram, pasalnya lahan milik desa itu berupa kebun PKK dan demplot percontohan saat ini dikuasai oleh oknum pejabat dan tak kunjung dikembalikan ke desa. Kondisi terakhir lahan desa seluas 2 hektar itu ditanami sawit, begitu juga dengan demplot percontohan.

“Lahan itu milik desa, dulu dimanfaatkan untuk kebun PKK. Begitu juga dengan demplot digunakan untuk menanam anggrek oleh ibu-ibu PKK dibawa binaan PKK Provinsi. Namun entah kenapa kok saat ini kebun itu sudah menjadi kebun sawit. Kami pernah tanya pada yang mengerjakan kebun katanya kebun itu milik pejabat di Pemprov. Kami kaget, makanya kami minta lahan itu dikembalikan ke desa sebagai pemegang hak,” kata tokoh masyarakat yang juga mantan Kades Air Sebakul, Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan saat dirinya menjabat sebagai Kades, pihaknya secara resmi sudah meminta lahan itu dikembalikan melalui anggota DPRD di provinsi. Pihak DPRD juga akan membantuk Pansus terkait penguasaan lahan milik desa oleh pejabat. Hanya saja, kegiatan itu terhenti lantaran keburu pelaksanaan Pilleg.

“Dulu semua bukti kepemilikan dan bukti lainnya sudah kami serahkan ke DPRD prov. Hanya saja tidak tuntas penyelesaiannya. Nah kami harap anggota DPRD di provinsi asal Benteng dapat membantu kami mendapatkan kembali lahan itu,” ujar Sutrisno.

Dia menambahkan dengan adanya lahan itu, PKK mendapatkan penghasilan dari tanaman di kebun itu, terutama dari penjualan aggrek. Apalagi anggrek yang dibudidayakan tersebut merupakan anggrek langka.

“Dulu desa, PKK memiliki penghasilan dan kas dari aktivitas kebun dan demplot. Sejak hilang dari desa, tidak ada lagi penghasilan,” ungkapnya. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

sixteen − three =