Massa Minta Hentikan Galian C PT Rizki Putra

Massa Minta Hentikan Galian C PT Rizki Putra

BERBAGI
Dedi/RBO: Puluhan massa saat menggelar aksi di depan Kantor ESDM Provinsi Bengkulu kemarin.

RBO, BENGKULU – Puluhan massa mengatasnamakan Koalisi Pemuda Rafflesia yang terdiri dari kalangan aktivis, mahasiswa dan pemuda kemarin Kamis mendatangi kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu. Masaa itu menuntut untuk menghentikan operasi pertambangan galian C yang dilakukan oleh PT Rizki Putra Bersaudara di Desa Padang Leban, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu yang beroperasi sejak 6 bulan terakhir ini. Kemudian mereka juga menuntut segera cabut seluruh dokumen perizinan milik PT tersebut. Mereka juga meminta segera tangkap dan penjarakan pimpinan PT Rizki Putra Bersaudara sekalis pihak yang terkait dengan masalah perizinan dan operasi galian C milik PT Rizki Putra Bersaudara itu sebab Izin beroperasi PT tersebuit diduga ilegal.

Data yang terhimpun RADAR BENGKULU massa itu sebelum menggelar orasi di depan kantor ESDM Provinsi Bengkulu terlebih dahulu berkumpul di Mesjid Jamik Jalan Suprapto Kota Bengkulu. Kemudian barulah mendatangi kantor ESDM dan menyampaikan orasinya di depan kantor ESDM tersebut dan meminta pihak ESDM untuk menindaklanjuti tututannya terhadap PT Rizki Putra Bersaudara itu. Dalam orasi itu tampak puluhan polisi dan Satpol PP Provinsi berjaga dan memantau berlangsungnya demonstrasi tersebut sehingga demonstrasi itu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Koordintor Lapangan (Korlap) Iksan dalam orasinya mengatakan, PT Rizki Putra Bersaudara telah melakukan aktivitas pengerukan dan penjualan di luar titik yang diizinkan. Oleh karena itu kemarin pihaknya datang dengan mahasiswa, masyarakat, dan pemuda dengan maksud  menyampaikan bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT Rizki Putra Bersaudara itu kuat dugaan ilegal. Sebab diketahui UIP PT tersebut lebih dulu terbit dari izin lingkungan, seharus nya izin laingkungan untuk beroperasi terlabih dahulu diterbitkan kemudian barulah IUP.

“Berdasarkan sistem administrasi penerbitan IUP PT tersebut sudah melakukan pelanggaran. Kami mengetahui bahwa IUP PT tersebut diterbitkan pada Januari 2017 sementara izin lingkungannya Februari 2017 kan aneh, ini yang kami pertanyan dengan pihak ESDM dan pihak yang terkait masalah perizinan beroperasinya PT tersebut, apa yang saya sampaikan ini saya punya bukti,” pungkasnya dalam aksi itu kemarin Kamis.

Kemudian dia juga mengatakan, beroperasinya PT tersebut juga membuat resah masyarakat setempat. Sebab keberadaan PT tersebut atau lokasi Pertambangan dan galian C tidak jauh dari perumahan penduduk.

“Kiri kanan lokasi galian C yang dilakukan oleh PT Rizki Putra Bersaudara itu adalah perkebunan dan persawahan masyarakat, ini yang kami takutkan jika PT tersebut terus beroprasi dan mengancam perkebunan masyarakat,” ucapnya.

Jika permintaan dan tuntutan ini tidak ditanggapi oleh pihak ESDM dan  pihak yang terkait dengan Perizinan beroperasinya PT tersebut kata dia,  maka mereka akan menggelar aksi lebih besar lagi.

“Ya jika pihak yang kami tuntut mengabaikan permintaan kami, maka kami siap untuk menggelar aksi yang lebih besar lagi. Yang jelas poin-poin permintaan tuntutan kami hari ini (kemarin red) kami sampaikan terlebih dahulu. Kami sangat mengharapkan pihak ESDM dan instansi terkait untuk mencari solusi dan yang terbaik terkait dengan tuntutan kami,” pungkansya. (ide)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × five =