Pentingnya Peran Jurnalis Dalam Kerukunan Umat Beragama

Pentingnya Peran Jurnalis Dalam Kerukunan Umat Beragama

BERBAGI
Rio/RBO: Foto Bersama Kabid KUB Kemenag RI, Wawan Djunaedi, MA, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Kasubag Hukum dan KUB dan Kasubag Inmas Kanwil Provinsi Bengkulu dan Panitia.

RBO, BENGKULU – Untuk memperkuat dan mengukuhkan rasa solidaritas dan toleransi antar umat beragama perlu dukungan dari jurnalis. Terutama dalam menyampaikannya di tengah masyarakat. Hal ini demi terwujudnya perdamaian antar umat beragama yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Kementerian Gama RI melalui Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu  yang di tangani oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bengkulu mengadakan workshop Peningkatan peran Jurnalis dalam penanganan isu kerukunan umat beragama tingkat Nasional yang diadakan di Provinsi Riau kemarin (11-13 September 2017), dengan mengirimkan Jurnalis media cetak dan elektronik dan salah satunya Jurnalis RADAR BENGKULU untuk mengikuti acara ini.

Dalam worshop yang diadakan ini semua Jurnalis saling bertukar pandangan dan wawasan serta berdikusi dalam menyikapi masalah kejadian yang mengarah kepada persatuan dan kerukunan antar umat beragama sehingga dapat mendinginkan serta memberikan solusi  yang tepat demi terwujudnya perdamaian/ penyelesaian konflik/ masalah agama tersebut.  Untuk kondisi Provinsi Bengkulu sangat kondusif dan rukun mengenai toleransi antar umat beragama, hal ini dapat dilihat langsung di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Desa Kerukunan yakni Desa Rama Agung dimana umat beragama saling bertetangga dan rukun dalam menjalankan syariat agama mereka masing-masing dan jika ada perselisihan atau masalah duduk bersama dan diselesaikan dengan cara musyawarah adat atau tingkat pemuka agama saling bergandengan tangan demi terwujudnya kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu.

Dalam workshop ini, Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu melalui Kasubbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama, Abdul Kohar, M.HI didampingi oleh Kasubag Inmas, H. Rolly Gunawan, S.Sos, M.HI, menyampaikan, “Bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu mengutus Jurnalis media pers (media Cetak dan elektronik) untuk mengikuti workshop ini guna untuk menyukseskan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Bengkulu. Selain itu jugademi menjaga keutuhan NKRI agar kehidupan beragama di Provinsi Bengkulu tetap terjaga dan tidak terpecah belah yang kesemua ini merupakan hal/ tindakan yang berdampak kedepannya demi menjaga keutuhan bangsa yang tercermin di dalam butir-butir Pancasila yakni Sila ketiga, Persatuan Indonesia, ujar Kakanwil.

Dalam kegiatan ini juga Jurnalis/ Insan Pers diingatkan rambu-rambu yang tertuang didalam  11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta menganalisa media massa dan media pers dalam perlakuannya di Dewan Pers Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Indonesia, Yosep Stanley Adi Prasetyo, “Perbedaan antara Media Massa dan PERS sangat jelas tercantum di dalam 11 pasal dalam Kode Etik Jurnalistik, sehingga kedepannnya Dewan Pers Indonesia akan mensertifikasi semua Jurnalis Pers yang tergabung di dalam persatuan pers yang ada seperti PJI, PWI, PWRI, AJI dan lainnya yang resmi, sehingga tidak ada lagi namanya Jurnalis abal-abal atau gadungan dimana Insan Pers resmi ini menjadi tanggung jawab dan Pengawasan Dewan Pers Indonesia, sedangkan yang tidak resmi bukan menjadi tanggung jawab Dewan Pers Indonesia sama seperti orang pada umumnya. Ditambahkannya dalam menciptakan Kerukunan Umat beragama Insan Pers sangat berperan aktif dalam menyajikan/ menyampaikan berita dan investigasinya yang memberikan solusi perdamaian sehingga kerukunan Umat beragama di Indonesia akan terjaga terus,“ tegas Yoesep Stanley. (ae4)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

6 − five =