PT. PAK Dianggap Cederai Janji

PT. PAK Dianggap Cederai Janji

BERBAGI

RBO, KEPAHIANG – Kontraktor pemenang lelang pembangunan Masjid Agung Kepahiang tahap I PT. Pondasi Alam Karya (PAK), dianggap sudah cederai perjanjian kontrak kerja. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepahiang. Ir. Ismail Hakim, saat rapat dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Kepahiang, Kamis (14/09) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Dalam RPD yang dipimpin oleh koordinator Komisi III Andrian Defandra, SE, ini terungkap satu-persatu persoalan mengapa DPU mengeluarkan surat peringatan kesatu dan kedua kepada pihak kontraktor, penyebabnya adalah progres pekerjaan belum sampai target yang diharapkan, sehingga dianggap tidak memenuhi perjanjian kontarak (cedera janji-red).

“Kita melihat kontraktor ini sudah cedera janji, seharusnya pada bulan ini pekerjaan sudah mencapai 85 persen, tetapi ini baru perkiraan 45 persen, padahal waktu habis kontrak sampai 2 oktober 2017, ini tidak memungkin pekerjaan fisik bisa sampai 99 persen,”ujar Kadis PU Kepahiang saat diminta penjelasannya dihadapan komisi II DPRD Kepahiang, kemarin.

Terkait hal itu lanjut Ismail, pihaknya akan mengelar rapat dengan pihak TP4D Kejari Kepahiang untuk mengambil langkah-langkap pasti dalam penindaklanjuti pekerjaan tersebut.

“Kita akan ambil keputusan usai rapat dengan TP4D Kejari Kepahiang,”ungkap Ismail.

Ditegaskannya langkah yang akan diambil nantinya bisa berupa pemutusan kontrak atau perpanjang kontrak, tetapi perlu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu sehingga Pemda dan kontraktor tidak salah secara hukum.

“Kita tidak serta-merta melakukan putus kontrak, kita akan minta time schedul dari mereka, apabila masih kita percaya makan akan diberikan waktu tambahan tetapi kalau tidak untuk apa kita perpanjang,”tambahnya.

Tetapi diperjelaskan oleh Ismail, dalam pekerjaan ini pihak belum mencairkan anggaran sebesar 30 persen dari kontrak sebagaimana disebutkan oleh pihak-pihak tertentu. Karena berdasarkan data pihaknya baru mencairkan uang muka sebesar 20 persen yang itu memang hak para kontraktor.

“Pencairan baru 20 persen, belum ada pengajuan pencairan lanjutan apalagi sampai 30 persen,”tegasnya.

Langsung Sidak

Usai mengelar RDP Komisi III DPRD Kepahiang bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepahiang langsung berjalan kaki menuju lokasi proyek untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Disana bertemu langsung dengan orang bertangungjawab atas pekerjaan Saha Nauli Sinaga, dan diajak untuk melihat semua pekerjaan dan memberikan keterangan terkait progres pekerjaan.

“Saya minta bapak buat progres program dan time schedule, sehingga bisa menyakinkan pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa diambil keputusan yang bijak,”minta Kadis PU kepada kontraktor.

Pada kesempatan itu juga Kadis PU menegur pihak kontraktor untuk melengkapi standar keamanan para pekerja sehingga terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.

“Pekerja ini tolong dilengkap standar keamananya, agar tidak terjadi kecelakaan kerja,”tuturnya.

Pernyataan Kadis PU dipertegas oleh koordinator Komisi III DPRD Kepahiang Andrian Depandra, SE. Pria yang akrab disapa Aan ini meminta pihak kontraktor untuk serius dalam melakukan pekerjaan yang ditargetkan.

“Kami minta pekerjaan dilakukan serius, jangan akan-akan saja tetapi kerjakan agar target yang tercapai dengan baik, silakan mau nambah tenaga kerja atau alat kerja, itu teknis kontraktor, urusan ada penambahan waktu atau pemutusan ada ditangan dinas teknis (PU),”terang politisi Golkar ini.

Kepada komisi III dan DPU, Saha Nauli Sinaga selaku kontraktor meminta waktu satu minggu untuk menunjukan progres pekerjaan fisik yang mereka kerjakan.

“Kami minta waktu satu minggu untuk memberikan progres pekerjaan ini, seluruh bahan-bahan sudah lebih dari cukup tinggal pekerjaan saja,”harap pria dipanggil Sinaga ini.

Disampaikan Sinaga, memang ada beberada kendala yang menjadi pengamban pekerja, salah satunya pasca ditandatangannya kontrak banyak hari-hari besar sehingga pekerjaan diliburkan. Tetapi yang kendala lainnya tidak terprediksi ternyata di dalam tanah banyak kandar batu sehingga upaya pengeboran (borpel) mengalami kesulitan.

“Tetapi seiring waktu boorpelnya selesai semua sekarang kita pemasangan slop,”ungkapnya.

Perlu disampaikan kepada masyarakat lanjut Sinaga, pekerjaan tahap I ini pihaknya hanya mengerjakan pondasi, slop, tiang dan lantai pertama, selebihnya akan dilakukan pada pekerjaan tahap kedua tahun 2018.

“Tahap awal ini kita hanya kerjakan pondasi, tiang dan Dak satu, tidak sampai selesai, kita optimis pekerjaan ini akan selesai hingga bulan 10 nanti,”sampainya.

Untuk diketahui pada tahap awal ini PT. Pondasi Alam Karya (PAK) mengerjakan proyek Masjid Agung dengan Anggaran Rp 5 miliar dari APBD Kabupaten Kepahiang 2017. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

six + seventeen =