1 Dianiaya di Lebong, 17 Dokter Pindah ke Kota

1 Dianiaya di Lebong, 17 Dokter Pindah ke Kota

313
BERBAGI
Dalhadi Umar

Dalhadi: Ketua DPRD Jangan Semena-Mena

RBO, BENGKULU – Tak terima 1 rekannya dokter yang dianiaya di Lebong 17 dokter bersikap. Kini 17 dokter internship yang dulu ditempatkan di RSUD Kabupaten Lebong ditarik dan dipindahkan ke Kota Bengkulu. Ini diungkapkan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Rejang Lebong dan Lebong, Dr H. Dalhadi Umar, B.Sc, M.Si.
Menurut mantan Bupati Lebong Dalhadi, penarikan tersebut tidak lepas dari peristiwa pemukulan yang dilakukan terhadap salah satu dokter internship sewaktu menjalankan tugas.
“Penarikan itu keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan sekarang 17 dokter internship itu ditempatkan di RS Rafflesia Kota Bengkulu. Sebenarnya kita sangat menyayangkan penarikan ini, karena sedikit banyak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD terhadap masyarakat di Kabupaten Lebong,” sesal Dalhadi.
Menurut Dalhadi, penarikan itu sampai terjadi, tidak lepas dari kurang aktifnya Pemkab Lebong dalam menindaklanjuti permasalahan yang dilatarbelakangi aksi pemukulan terhadap dokter internship.
“Karena pasca peristiwa pemukulan terjadi, ada tim dari Kemenkes turun dan mengundang Bupati, Kadinkes dan Kepala RSUD Lebong,” beber Dalhadi.
Hanya saja, lanjut Dalhadi, baik Bupati, Kadinkes dan Kepala RSUD Lebong yang memenuhi undangan tersebut. Bahkan kabarnya tim juga sudah datang ke rumah dinas Bupati, dan sayangnya Bupati tidak bisa ditemui.
“Seharusnya tidak sedemikian, karena tak ada salahnya Pemkab Lebong itu pro aktif dalam masalah ini. Mengingat ini semata-mata demi kepentingan masyarakat juga,” katanya.
Dengan demikian, sambungnya, wajar jika Kemenkes akhirnya menarik dokter internship dari Kabupaten Lebong, terlebih para dokter juga tidak merasa aman lagi bertugas disana.
“Akhirnya masyarakat yang jadi korban. Padahal hampir 90 persen pelayanan di RSUD Lebong itu, dilakukan para dokter internship,” jelas Dalhadi.
Disisi lain, Politisi Gerindra ini menyoroti tunjangan yang diberikan terhadap dokter yang bertugas di Kabupaten Lebong. Dimana besarannya sekitar Rp 250 ribu. “Mereka (dokter, red) merupakan orang-orang unggul, masa diberikan tunjangan hanya sebesar itu. Terus terang saja, dari sekian ribu sanak saudara saya di Lebong itu, belum ada 1 orang pun menjadi dokter,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakannya, Ia juga merasa keberatan atas sikap yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Lebong yang diduga memukul dokter internship.
“Saya ini merupakan putra daerah Kabupaten Lebong, dan tidak pernah bersikap seperti itu. Masa seorang Ketua DPRD bisa-bisanya bertindak yang memang tidak sepatutnya dilakukan,” tutupnya. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

3 × three =