Sultan Bangsa :Maknai HUT Kota Arma Dengan Pelayanan Maksimal

Sultan Bangsa :Maknai HUT Kota Arma Dengan Pelayanan Maksimal

55
BERBAGI
BRI/RBO: H.Sultan Bangsa BersamaKetua DPRD BU Aliantor Harahap dan mantan Wabup Salamun Haris di HUT Kota Arga Makmur senen lalu

RBO, ARGA MAKMUR – Setiap tanggal 8 Oktober tiap tahunnya masyarakat BU, merayakan HUT Kota Arga Makmur.Namun hal itu adalah momentum pindahnya pusat ibukota Bengkulu Utara dari Kota Bengkulu ke Kecamatan Arga Makmur di tahun 1976 lalu. Itu bukanlah hari lahirnya Kabupaten Bengkulu Utara,seperti yang dirayakan oleh Kabupaten dan Kota sebagai hari jadinya. Kabupaten Bengkulu Utara bersama Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Rejang Lebong serta Kota Bengkulu,sudah berdiri sebelum lahirnya Provinsi Bengkulu 18 November 1968 lalu. ‘’Ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahan persepsi bagi warga BU,yang banyak mengira bahwa HUT Kota Arga Makmur setiap 8 Oktober identik dengan berdirinya Kabupaten BU. Ini bisa menciderai sejarah,’’ ujar tokoh masyarakat Provinsi Bengkulu asal tanah Pekal BU,H.Sultan Bangsa,SH.MH pada RBI disela-sela peringatan HUT Kota Arga Makmur Senin lalu.
Dikatakan Ketua Agung Kaum Pekal yang mendapat gelar Maharaja Sakti ini,roh dari pindahnya Ibukota Kabupaten BU dari Kota Bengkulu ke Arga Makmur tersebut, adalah untuk mempermudah rentang kendali dan peningkatan pelayanan masyarakat Bengkulu Utara.
‘’Coba kita bayangkan, Kabupatennya Bengkulu Utara,namun Ibukota Kabupatennya malah di Kota Bengkulu, sebelum dipindah ke Arga Makmur dulu,’’ujar Sultan Bangsa.
Makna positif yang perlu kita ambil,momen peringatan HUT Kota Arga Makmur sebagai Ibukota BU, adalah peningkatan pelayanan pada masyarakat serta memutus panjangnya rantai birokrasi, yang pada akhirnya merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara lintas sektoral. Jarak yang jauh dari pemukiman warga ke pusat pelayanan pemerintahan ini, kemudian menginspirasi lahirnya Kabupaten pemekaran seperti dulu hanya 4 Kabupaten Kota menjadi 10 Kabupaten Kota.
Intinya pelayanan akan secara maksimal dilakukan pemerintah dan akan lebih maksimal diterima masyarakat, bila jaraknya tak terlalu lalu jauh untuk di tempuh. Apalagi bila infra struktur sepeti jalan dan listrik masih menjadi kendala utama. Seperti yang dialami oleh masyarakat BU di Kecamatan yang sangat jauh dari ibukota Kabupaten. ‘’Misalnya Ulok Kupai,Napal Putih,Putri Hijau,Marga Sakti Seblat,Pinang Raya dan Ketahun,’’jelasnya. Jadi, pemikiran penting dan mendesaknya berdirinya Kabupaten Pemekaran di wilayah Pekal ini, kalau begitu segera direalisasikan untuk terus diperjuangkan ya pak,tanya RBI.”Wah kalau itu yang ditanya pada saya,jawabnya,Jangan Ditanya,” pungkas H.Sultan Bangsa diplomatis. (bri)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four + 17 =