Gawat..! Gas 3 Kg Tembus Rp 30 Ribu

Gawat..! Gas 3 Kg Tembus Rp 30 Ribu

18
BERBAGI
IST/RBO: Harga Gas Elpiji Melambung tinggi

Pemerintah Makin Tidak Berdaya

RBO, BENGKULU – Harga gas elpiji ukuran 3 kg di Bengkulu semakin tidak terkendali. Sekadar informasi, Harga Eceran Tertinggi (HET-red) gas melon 3 kg sebenarnya hanya Rp 15.500/tabung, namun dijual mencapai Rp 30 ribu/tabung. Sementara pemerintah makin tak berdaya mengatur harga elpiji tersebut.
Sejak beberapa minggu sebelumnya, harga gas dijual Rp 25 ribu/tabung, kemudian naik lagi menjadi Rp 30 ribu/tabung.
Tak hanya harganya yang terus meroket, gas elpiji ukuran 3 kg juga mengalami kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Kota Bengkulu sejak beberapa minggu terakhir. Untuk menukarkan tabung gas ukuran 3 kg, harus mencari ke sejumlah kios, diduga karena langka harga gas LPG menjadi tak terkendali.
“Saya mencari ke beberapa kios, semua habis. Katanya pasokannya dikurangi dari distributor, ada juga informasi gas belum masuk sejak beberapa minggu terakhir, harga terakhir yang saya tanya itu Rp 30 ribu,” keluh Gusti (28), warga Kota Bengkulu kemarin (15/10).
Sementara itu, berdasarkan pantauan dilapangan, tulisan ‘gas kosong’ banyak terlihat. Pengecer sengaja memasang tulisan ini karena banyak masyarakat yang datang untuk membeli gas. Langkanya gas melon ini membuat masyarakat terpaksa rela membeli dengan harga tinggi.
“Saya terpaksa juga tetap membeli, mau bagaimana lagi, barangnya sekarang memang langka,” keluh Tian salah seorang warga lainnya.
Sementara itu, ia menuntut agar pemerintah menormalkan kembali pasokan gas subsidi untuk masyarakat tersebut.
“Kita meminta pemerintah menindak tegas oknum pengusaha gas yang bermain dalam penyaluran gas elpiji ini karena tidak menjual gas sesuai HET. Karena diduga kuat, ada oknum yang terlibat sehingga gas menjadi langka,” tegasnya.
“Jika hal ini tak menjadi pengawalan pihak terkait, tentu persoalan harga LPG 3 kg tidak akan selesai. Cobalah dinas terkait turun tangan langsung, jangan hanya menunggu laporan saja. Ini masalah sudah sejak lama terjadi, tapi sepertinya tidak ada tindakan yang dilakukan,” kesalnya. (ags)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen + twelve =