OTT Dinkes Seluma, Petinggi Bisa Terlibat

OTT Dinkes Seluma, Petinggi Bisa Terlibat

65
BERBAGI
Dedi/RBO: Kapolda saat memimpin Konfrensi Pers OTT di Seluma

Kapolda: Kita Usut Keakar-akar

RBO, BENGKULU – Operasi Tanggap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Seluma terhadap 3 oknum aparatur sipil negara (ASN) dan 1 honorer di Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma beberapa waktu lalu itu terus dikembangkan. Dari 4 orang yang diamankan sebelumnya Penyidik resmi menetapkan 2 orang Tsk yakni FA selaku bendahara rutin, dan BS selaku Kasubag Perencanaan. Dan barang bukti berupa uang tunai Rp 87.077.000, kwitansi pembayaran sebanyak 14 lembar, dan surat perintah membayar (SPM) BOK di Dinas Kesehatan Seluma diamankan di Mapolda Bengkulu.
Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH M.Hum yang didampingi Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs Herman MM, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno SSos MH, Kasubdit Tipidkor Reskrimus Polda Bengkulu AKBP Andy Arisandi S.Ik, MH, dan Kasat Reskrim Polres Seluma AKP Margopo SH, dalam rilis itu mengatakan, dari 4 orang yang diamankan itu untuk sementara dua orang yang resmi ditetapkan sebagai Tsk, dari hasil pemeriksaan apa yang sudah dilakukan kedua Tsk ini sudah dirancang dan diatur sebaik mungkin hingga bisa meraup uang sebesar Rp 87 juta lebih. Sesuai dengan nyanyian Tsk mereka melakukan pemungutan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) bagi Puskesmas di Seluma sebesar 6 persen untuk setiap Puskesmas itu adalah inisiatif sendiri, bukan diperintah oleh atasannya atau orang lain.
“Ya setelah kita periksa dua orang ini mengaku melakukan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) itu tanpa instruksi orang lain, dan pemotongan dana tersebut juga sudah dirancang dan diatur. Namun untuk dua orang lagi, Boby Dwi Putra (26) honorer warga Kelurahan Bunga Mas Kecamatan Seluma, dan Riski (30) PNS Dinkes warga Kelurahan Pasar Baru Bengkulu hingga sekarang statusnya masih sebagai saksi. Yang jelas kasus ini terus kita usut,” bebernya dalam ekspos itu kemarin.
Sekalipun kedua tersangka mengaku atas inisiatif sendiri kata dia, tetapi dirinya sudah perintahkan kepada penyidik untuk tetap melakukan pengembangan terdapat pemotongan yang sudah dilakukan tersebut. Menurutnya masih banyak pejabat atau pihak lainnya yang terlibat dalam kasus ini dan bisa juga ditetapkan sebagai tersangka nantinya.
“Saya sudah perintahkan, kasus seperti ini harus diusut hingga tuntas. Apalagi uang yang dikorupsikan sangat besar hampir mencapai Rp 100 juta, oleh sebab itu kasus seperti ini harus diusut habis hingga keakar-akarnya,” tegasnya.
Kemudian dia juga mengatakan sejauh ini proses pemeriksaan saksi bendahara dan Kepala Puskesmas akan terus dilakukan. Dimana sebelum OTT itu, bendahara dan Kepala Puskesmas di 14 kecamatan itu berada di lokasi OTT, seperti Puskesmas Babatan, Masmambang, Kembang Mumpo, Penago 2, Dermayu, Air Periukan, Ilir Talo, Ulu Talo, Rimbo Kedui, Pajar Bulan, Muara Maras, Suka Merindu, Gunung Kembang, dan Puskesmas Puguk semuanya sudah diperiksa. Selain itu, Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) juga sudah diperiksa. Sebab keterangan mereka dibutuhkan dalam penyidikan kasus ini untuk mengungkap dan mengetahui tersangka baru.
“Semua sudah saya perintahkan untuk diperiksa semua tanpa terkecuali termasuk Kadis Dinkesnya, agar kasus ini bisa terungkap semuanya, siapa saja pemain atau dalang dalam kasus itu. Kasus ini tidak menutup kemungkinan bisa diusut ke petinggi di instansi tersebut nanti kita lihat saja proses pengembangannya,” jelasnya.
Sementara itu ditambahkan Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Herman, Kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat Seluma soal adanya pemotongan pencairan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2017 pada Dinkes Kesehatan Pemda Kabupaten Seluma, berdasarkan informasi itu. Langsung dilakukan Penyelidikan dan pengamatan tentang mekanisme pembayaran BOK pada Dinkes Pemda Seluma ini. Sejauh ini hampir puluhan saksi sudah diperiksa dan memang belum mengarah ke Tsk baru, hal ini terlihat berdasarkan laporan pihak Polres Seluma.
“Kalau pemeriksaan saksi masih terus kota lakukan dan pihaknyapun selalu memantau dan mengikuti proses pengungkapan tersangka baru dalam kasus ini, sesuai dengan intruksi Kapolda kita akan usut terus,” demikian tutup dia.(ide)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen + six =