Resmi Dilantik, AAUI Bengkulu Siap Utamakan Pengendalian Produk Asuransi

Resmi Dilantik, AAUI Bengkulu Siap Utamakan Pengendalian Produk Asuransi

50
BERBAGI
Rocky/RBO Pemotongan-tumpeng tanda diresmikannya AAUI di Bengkulu.

RBO >>  BENGKULU >>  Diresmikannya Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Provinsi Bengkulu kemarin (18/10) diharapkan memperkuat Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) di Provinsi Bengkulu serta mampu mempercepat pengenalan produk asuransi pada masyarakat serta   menyelesaikan permasalahan terkait asuransi secara bersama-sama di Provinsi Bengkulu ini.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi sangat  positif terhadap AAUI.

    Saat ditemui RADAR BENGKULU,  Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri menyampaikan , pihak OJK menssuport secara penuh akan kehadiran AAUI di Bengkulu. Dia berharap dengan  adanya AAUI maka mampu menyelesaikan permasalahan terkait dengan asuransi secara bersama-sama.

   “Kehadiran AAUI sangat positif. Selain memperkuat FKIJK juga bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada di Bengkulu ini,” ujarnya.

   Selama ini pihak OJK telah berupaya melakukan literasi terkait asuransi kepada masyarakat. Dimana OJK juga sudah membentuk agen literasi untuk masyarakat di beberapa Universitas di Bengkulu.

   “Kami terus menggencarkan upaya pemahaman akan pentingnya asuransi kepada masyarakat Bengkulu,” jelas Yan.

   Yan juga menambahkan, kedepan AAUI dapat bersinergi bersama OJK untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada hingga mendorong semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap industri keuangan, terutama asuransi.

“Kami berharap AAUI bisa bersinergi dengan kami untuk memberikan pemahaman lebih baik ke masyarakat terkait industri keuangan,” sampai Yan.

 Dikesempatan lainnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Pusat, Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, asuransi adalah bagian penting bagi industri jasa keuangan. AAUI bisa bekerjasama dengan masyarakat dalam menyediakan perasuransian.

   Sebelum ada OJK, literasi masyarakat terhadap asuransi hanya 8 persen dan sekarang setelah OJK gencar melakukan literasi terjadi peningkatan menjadi 16 persen.

   “Saat ini ada 81 perusahaan asuransi dan ada 2 lagi yang sedang mengajukan diri bergabung dengan AAUI. Target kami kedepan AAUI bisa meningkatkan Penetrasi Asuransi dan Literasi Asuransi di Indonesia,” terang Achmad.

   Sementara itu, dalam sambutanya Ketua FKIJK Bengkulu, H Agusalim SE mengatakan, masyarakat sangat memerlukan asuransi.

   Agus menilai, jika masyarakat memahami asuransi, maka akan membuat industri asuransi semakin meningkat. Peningkatan ini juga akan berpengaruh pada perekonomian Bengkulu.

   “Semoga dengan dibentuknya AAUI bisa semakin memperkuat FKIJK di Provinsi Bengkulu. Silaturahmi kita membangun FKIJK semakin optimal,” singkat Agus.

Ketua AAUI Bengkulu, Jon Muklis mengatakan, industri asuransi di Bengkulu masih tertinggal dengan provinsi lain. Seperti Batam,  Riau.

   Untuk itu, AAUI menjalin kerjasama dengan banyak instansi dan berperan terus dalam mendukung setiap kegiatan OJK agar asuransi di Bengkulu semakin berkembang.(sir2/yar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × five =