Pelaku Kejahatan Seksual Sewajarnya Dihukum Berat

Pelaku Kejahatan Seksual Sewajarnya Dihukum Berat

27
BERBAGI
Sefty Yuslinah

RBO, BENGKULU – Peristiwa dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan puluhan remaja di wilayah hukum Polres Kabupaten Bengkulu Utara rupanya menyita perhatian banyak pihak, tidak terkecuali anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Hj. Sefty Yuslinah, S.Sos.

Menariknya, atas kejadian itu Sefty yang juga merupakan aktifis perempuan mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera.

“Memang soal sanksi ataupun hukuman ini domainnya penegak hukum. Tapi kita berharap para pelaku dapat diberikan hukuman yang berat, terlebih korbannya juga masih anak dibawah umur. Terlepas dalam peristiwa itu ada dugaan unsur pemaksaan ataupun pencabulan. Karena tindakan seperti itu, sudah termasuk kejahatan seksual,” tegas Sefty, Rabu (8/11).

Disisi lain, pihaknya merasa prihatin atas sederet peristiwa dugaan pencabulan ataupun pemerkosaan yang terjadi.

“Makanya kita mendesak sanksi yang diberikan itu juga dapat menimbulkan efek jera. Tidak hanya bagi pelaku yang sudah melakukan tindak kejahatan seksual, tetapi juga bagi pihak-pihak lainnya,” kata Politisi PKS ini.

Sefty menambahkan, peristiwa pencabulan dan pemerkosaan juga pasti memiliki dampak terhadap psikologi, apalagi korbannya juga yang masih dibawah umur.

“Kita berharap pemerintah juga hanya berdiam diri saja, dengan peristiwa seperti ini. Harus mengambil langkah-langkah konkrit, baik terhadap korban dan juga antisipasi tindakan serupa,” jelas Sefty.

Lebih jauh dikatakannya, dengan kejadian ini tampaknya Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) juga perlu direvisi. Walaupun sebenarnya UU itu baru saja sudah direvisi. “Kalau dulu pelakunya terancam hukuman 15 tahun, pasca revisi menjadi 20 tahun kurungan penjara, dan juga ada hukuman kebiri. Sayangnya, dari revisi itu belum terlihat menimbulkan efek jera,” tutup Sefty. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 + 16 =