Bongkar Penitip Anggaran, BK Gagal Dengar Penjelasan Teuku

Bongkar Penitip Anggaran, BK Gagal Dengar Penjelasan Teuku

38
BERBAGI
DPRD Kota Bengkulu

Ricuh, Saling Tunjuk dan Gebrak Meja

RBO,BENGKULU – Rencana Badan Kehormatan (BK) mendengar langsung dari Wakil Ketua 2 DPRD Kota Teuku Zulkarnain soal siapa oknum dewan kota yang titip anggaran turnament,kemarin gagal. Justru yang terjadi siang itu kericuhan, saling tunjuk dan gebrak meja.
Pantauan jurnalis, kronologis sebelum terjadi kericuhan berawal saat anggota BK tidak ingin Kusmito Gunawan selaku ketua Fraksi PAN berada didalam ruang rapat yang beragenda mendengar penjelasan Teuku Zulkarnain. Namun Kusmito bersikeras kehadirannya dalam rapat melarang anggota Fraksi PAN, Teuku Zulkarnain memberikan penjelasan apapun kepada BK karena menurutnya rapat siang itu melanggar Tatatertib nomor 61.
“Harusnya ada pengaduan terlebih dahulu yang masuk ke BK. Misal, ada dewan yang merasa tidak enak hati mendengar statmen Teuku Zulkarnain di media soal ada oknum dewan yang titip anggaran, setelah itu barulah BK bisa melakukan klarifikasi ke Teuku. Bukan seperti ini, kita ini ada tatib dan ada aturan yang harus dipatuhi,” jelas Kusmito selaku Ketua Fraksi PAN.
Dilanjutkan, selain itu, jadwal rapat mestinya mulai pukul 10.00 WIB,namun sayangnya tidak tepat waktu. Pihak kamipun telah membuat berita acara bahwa tidak akan ikuti rapat.
“Terpenting mestinya tidak perlu gebrak gebrak meja segala, berargumen saja. Ini kok tersulut emosi sampai gebrak meja,” sampai Kusmito.
Sementara itu, Teuku Zulkarnain selaku pihak yang disebut telah menyampaikan kabar yang membuat resah dewan kota menyayangkan sikap BK yang terkesan terlalu cepat bereaksi tanpa menelusuri lebih dulu. Untuk itu, selaku unsur pimpinan dewan Kota Bengkulu dirinya akan menegur BK secara tertulis.
“Saya berani berstatmen di media massa soal ada oknum dewan titip anggaran itu tentunya saya punya keterangan lanjutan dari pihak OPD. Wajar ketika itu saya kaget kok mekanisme anggaran bisa semena mena seperti itu. Lalu kok pertanyaan saya apakah boleh dewan titip anggaran itu langsung direspon sedemikian oleh BK. Padahal ada oknum dewan jarang sekali ikut Paripurna, BK kok tidak bertindak. Giliran saya yang hanya bertanya malah dibuat seperti ini,” tanya Teuku.
Namun demikian Teuku dengan tegas pula menyampaikan, dirinya akan siap menyampaikan apa yang dia ketahui soal dewan titip anggaran ke BK. Namun dengan catatan, BK mesti menjalani prosedur sesuai Tatib.
“Jika prosedurnya sudah benar, pasti akan saya sampaikan ke BK. Saya tidak takut,” lanjutnya.
Terpisah, Ketua BK DPRD Kota Bengkulu Suimi Fales MH menjelaskan bahwa setiap langkah BK bertujuan demi kepentingan nama baik legislatif. Sebab menurut Suimi, pernyataan Waka 2 soal ada oknum dewan titip anggaran itu bisa menimbulkan fitnah dan berdampak buruk.
“Tujuan BK tidak ada unsur atau niatan lain, kami hanya ingin semua menjadi jelas agar tidak timbul fitnah. Jadi tidak benar jika BK tendensius ke personal dewan,” tegas Dia.
Lalu soal pemanggilan yang dilakukan tidak sesuai tatib nomor 61, Suimi menjelaskan bahwa dalam hukum tidak selalu didahului dengan pengaduan. Ketika BK mengganggap ada dewan yang berpotensi menimbulkan fitnah atau meresahkan pernyataannya,maka BK punya tugas untuk meluruskan dan membuat semua menjadi jelas.
“Di lembaga ini ada 35 anggota dewan. Jika disebut ada oknum yang titip anggaran,maka oknum yang dimaksud itu siapa. Harus jelas dan tegas. Jangan menjadikan semua ini buram,” sambungnya.
Lalu soal gagalnya proses rapat siang itu, Suimi mengaku sangat menyayangkan.Menurut Dia harusnya semua sudah ada titik terang.
“Ketika tadi (kemarin,red) Teuku langsung sebut nama oknum dewan itu,maka selanjutnya BK akan bisa memproses ini lebih lanjut. Tapi tadi nyatanya gagal,dan BK akan agendakan pemanggilan ulang,” tutup Dia.
Terpisah, Bahyudin Basrah selalu wakil BK menjelaskan, insiden gebrak meja dilakukan karena dia tersulut emosi melihat seorang dewan masuk wilayah ruangan rapat menggunakan topi dan baju kaos berkerah. “Terlebih lagi kan yang dipanggil saudara Teuku, bukan Kusmito. Kok malah masuk berdua. Saya hanya minta yang tidak berkepentingan dalam rapat untuk keluar, tapi Dia malah tidak mau. Jadinya tadi saya minta dengan tegas dan berujung adu argument,” sampai Dia.
Pantauan, siang itu gagal BK mendapati penjelasan mengenai siapa sebenarnya oknum dewan yang titip anggaran turnament. Lalu apakah boleh dewan kota titip anggaran juga belum terjawab. (lay).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × two =