Ketua Komisi X DPR RI Perjuangkan Pembuatan Film Fatmawati

Ketua Komisi X DPR RI Perjuangkan Pembuatan Film Fatmawati

21
BERBAGI
AGUS-FOTO KOMISI X DPR RI sedang mengadakan pertemuan dengan Pemprov kemarin

RBO >> BENGKULU >>  Rencana pembuatan film Ibu Fatmawati yang digaungkan oleh Pemprov Bengkulu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Ketua Komisi X DPR RI, Dr.Djoko Udjianto. Politikus Partai Demokrat Dapil Provinsi Jawa Tengah ini mengatakan siap memperjuangkan pembuatan film Ibu Fatmawati nantinya.

“Kami nanti akan memperjuangkan film Ibu Fatmawati Bunga Raflesia dari Bengkulu. Jika film ini betul-betul bisa terwujud, tentunya akan membakar semangat generasi muda, bagaimana pengorbanan Ibu Fatmawati di dalam mengisi kemerdekaan dan sebelum kemerdekaan kita,” tegasnya usai melakukan agenda pertemuan dengan pihak Pemprov Bengkulu di kantor Gubernur Bengkulu, Senin kemarin (13/11).

Dijelaskan, kemerdekaan Indonesia bisa terwujud berkat adanya perjuangan dari Ibu Fatmawati yang menjadi ibu negara pertama.

“Dari mulai menjahit bendera, mendampingi proklamator tercinta kita, sehingga betul-betul Bengkulu nanti yang tidak bisa terlepas dari perjuangan proklamasi Indonesia, sehingga generasi muda merasa tertantang harus lahir lagi ibu-ibu Fatmawati di Bengkulu ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt.Gubernur Bengkulu Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA mengatakan, bahwa dirinya belum lama ini telah bertemu dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud untuk membahas terkait film Ibu Fatmawati.

“Saya katakan tidak boleh ditunda lagi. Kita buat film yang bertemakan ibu Fatmawati Soekarno,” tegasnya.

Sementara itu, ia menyakini bahwa jika film Fatmawati dirilis, maka tidak akan kalah dengan film-film yang bertemakan sejarah kemerdekaan lainnya. Seperti film KH.Ahmad Dahlan dan film Jenderal Soedirman.

“Saya baca bukunya itu kalau Bung Karno manggil ibu Fatmawati itu bunga. Coba buat film dengan judul Fatmawati Bunga dari Bengkulu, dahsyat itu. Yakin saya, itu sudah kita sampaikan kepada pihak Komisi X DPR RI tadi,” tegasnya.

Menurutnya, pembuatan film Fatmawati juga dapat mendukung program Revolusi Mental yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat saat ini.

“Bagaimana dengan tekad pemerintah ingin membangun karakter bangsa dengan Revolusi Mental, ini salah satu jawabannya dengan film Fatmawati,” terangnya.

Sementara itu, ia menyakini bahwa jika film ibu negara Fatmawati yang merupakan putri asli Bengkulu digarap secara profesional oleh orang-orang yang ahli dalam perfilm-man pasti akan menyedot banyak penonton.

“Bisa puluhan juta penontonnya, yakin betul saya. Beliau kan ibu negara pertama, penjahit bendera merah putih, mengantarkan suami jadi presiden kan, dan mencetak generasi yang menjadi presiden, kurang kuat apalagi ketokohan nasionalnya itu, ada di mana itu, di Bengkulu,” ulasnya.

Lebih lanjut dikatakan, “Saya bilang ini budaya. Ini potensi budaya yang menantang. Dan dari sisi kajian ekonomi ini besar sekali. Kalau 15 juta penonton saya kira nggak akan kurang,” tambahnya.

Ditambahkan, pihak Pemprov Bengkulu akan siap membantu pihak industri perfilman Indonesia yang ingin menggarap ketokohan ibu Fatmawati-Soekarno.

“Bahan kita bantu siapkan, kita komunikasikan ke semua element agar tidak ada opini yang berbeda lagi dengan satu tujuan ayo bangun Bengkulu,” tutupnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × four =