Kejati Sikat 6 Tersangka, 4 Dijel, Ancaman 20 Tahun Penjara

Kejati Sikat 6 Tersangka, 4 Dijel, Ancaman 20 Tahun Penjara

75
BERBAGI
Dedi/RBO Tersangka kasus Enggano yang dijebloskan ke penjara-kemarin.

 

Aspidsus: Tsk  Kasus Enggano Pasti Bertambah

RBO >>  BENGKULU >>  Sesuai dengan Janji Kajati Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol SH MH setelah ada hasil audit Kerugian Negara (KN) dari BPKP Pusat Tsk korupsi proyek Jalan Enggano segera diekspos. Kemarin Selasa, (14/11) Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kekjati) Bengkulu resmi menetapkan 6 orang Tsk. Mereka yakni Syaifudin Pirman selaku Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Bengkulu, Elfina Rofidah selaku Diretur Utama (Dirut) PT Gamely Alam Sari, Muja Asman Selaku Pengawas Utama Proyek Enggano, dan Tamimi selaku Ketua Pokja di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu langsung dijebloskan ke Rutan Malabero kelas II B Bengkulu.

Sementara Tsk Lie End Jun selaku kuasa Direktur Utama PT Gamely Alam Sari mangkir dari panggilan Penyidik. Dan Samsul Bahri mantan Kabid Bina Marga dan mantan PPTK di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu tahun 2016 sudah ditahan Penyidik Mapolda Bengkulu tempo hari.

       Enam orang Tsk itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Laven sepanjang 7 kilo meter di Pulau Enggano tahun 2016 dengan total anggaran Rp 17,5 Miliar berdasarkan hasil audit BPKP pusat proyek tersebut menelan kerugian negara sebesar Rp 7 Miliar lebih.

      Kajati Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol SH, MH, melalui Aspidsus Kejati Bengkulu Hendri Nainggolan SH,MH didampingi kasi Penkum Kejati Bengkulu Ahmad Fuadi SH, mengatakan, kasus yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bengkulu Tsknya yang dijanjikan bakal rame ini memang kemarin pihaknya menetapkan 6 orang Tsk dalam kasus proyek pembangunan Jalan Enggano dan tidak menutup kemungkinan Tsk bakal bertambah.

      “Ya kalau Tsk dalam kasus korupsi proyek Enggano ini kita pastikan bakal bertambah. Kita akan terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap Tsk yang sudah kita tahan ini. Enam orang Tsk ini masing-masing berperanannya sangat vital, sehingga membuat negara rugi miliaran rupiah. Semua Tsk kita sangkakan Pasal 2 Pasal 3 Pasal 9 dengan ancaman maksimal  20 tahun penjara. Pokoknya bervariasi. Pasal yang kita sangkakan yang sesuai dengan perannya masing-masing,” jelasnya kemarin.

Kemudian untuk orang-orang yang diduga atau ada orang yang merasa menerima uang percikan dari proyek Enggano ini untuk segera dikembalikan. Yang jelas enam orang yang ditetapkan sebagai Tsk dan langsung dilakukan penahanan empat orang ini adalah pemain-pemain utamanya.

      “Intinya kepala duluan kita tangkap. kemudian barulah kita akan mengejar ekornya. Dengan artian penambahan Tsk tidak menutup kemungkinan dipastikan bertambah nanti. Kita lihat saja hasil pengembangan dari Penyidikan kita. Sebab uang proyek Enggano ini diduga mengalir kemana-mana dan banyak orang yang menerima percikannya. Nanti akan kita kembangkan lagi. Yang jelas kasus ini kita usut keakar-akarnya,” pungkasnya.

Untuk keterlibatan Kepala Dinasnya kata dia, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Memang saat proses proyek ini Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dijabat oleh Plt. Nanti akan diperdalam lagi dan dilakukan evaluasi kembali keterlibatannya.

      “Dalam minggu ini ada beberapa adegan lagi kita lakukan. Khusus untuk Tsk Lie End Jun yang tidak memenuhi panggilan kita hari ini (kemarin red), nanti kita panggil ulang sebagai status Tsk bila perlu dilakukan pencekalan. Sekarang kita harap yang bersangkutan bersikap kooporatif la ya,” demikian tutup dia.(ide)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − eleven =