Merasa Dijegal, Kopli Gugat Kadin

Merasa Dijegal, Kopli Gugat Kadin

116
BERBAGI
IDN/RBO: Konfrensi Pers soal gugat kadin

RBO, BENGKULU – Kendati pelaksanaan Musprov Kadin Bengkulu pimpinan Ketum Roosan telah dilaksanakan tanggal 14-15 November dan terpilih Ir Feri Rizal sebagai Ketua Kadin Bengkulu periode masa jabatan 2017-2022.

Dari tim kandidat Calon Ketua Kadin Bengkulu Kopli Ansyori merasa proses musprov yang dilaksanakan cacat hukum dan banyak menabrak aturan.

“Kita melihat dan mempunyai bukti bahwa Musprov tidak sesuai dengan aturan dasar dan aturan rumah tangga Kadin. Kami melihat musprov sudah dikondisikan dan sengaja digiring agar pelaksanaan Musprov terpilih secara aklamasi.
Sehingga klien kami Kopli Ansyori dijegal dengan berbagai cara,” ungkap Koordinator tim kuasa hukum Kopli, Rodiansyah Trista Putra SH, MH saat konfrensi pers, usai maghrib tadi malam (22/11).

Untuk itu, pihaknya lanjut Rodi, telah melayangkan gugatan ke PN Bengkulu dan menggugat Kadin Bengkulu serta Kadin Indonesia.
“Kita gugat perdata dan kerugian materil. Gugatan sudah kami daftarkan ke PN Bengkulu tadi siang, untuk itu kami minta pihak-pihak terkait bisa menghargai upaya hukum yang sedang dilaksanakan dan jangan dulu menerbitkan SK Kepengurusan Kadin Feri Rizal,” tekannya.

Sebelumnya diketahui pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang diikuti seluruh perwakilan kadin kabupaten kota se provinsi Bengkulu pada Rabu Malam.

Akan tetapi, terpilihnya Fery Rizal selaku Ketua Umum KADIN Provinsi Bengkulu mendapat protes dari sebagian peserta. Sidang sempat beberapa kali diskor akibat adanya dugaan keberpihakan panitia, terhadap salah satu calon ketua umum.

Harius selaku wakil ketua umum kadin kota Bengkulu mengatakan, panitia sengaja menggiring adanya upaya aklamasi dengan menggagalkan majunya 2 orang calon ketua umum, yakni Edi Haryanto dan Kopli Ansori.

Edi mengundurkan diri lantaran tidak sanggup menyetor uang pendaftaran sebesar Rp. 100 juta kepada panitia, sementara Kopli Ansori memilih Walkout, lantaran merasa upaya pencalonannya dihalang-halangi.

“Ada pasal dalam PO AD/ART, bahwa syarat calon ketua umum adalah anggota kadin selama 3 tahun berturut-turut dibuktikan dengan KTA Kadin, atau terdaftar menjadi direksi, pengurus, komisaris perusahaan lain. Artinya bukan person nya tapi perusahaanya. Ini yang tidak fair dilakukan oleh panitia, sehingga hanya ada calon tunggal,” kata Harius.

Diakui Harius, Kopli Ansori sendiri memang belum menjadi pengurus, dan belum terdaftar selama 3 tahun berturut-turut. Namun tidak serta merta bisa digugurkan begitu saja.

“Dalam PO AD/ART kan jelas, ada kata-kata “Atau” nah ini yang tidak dilaksanakan oleh mereka,” tambah Harius.

Atas sikap tidak netral dari panitia inilah, Harius memastikan akan membawa hal ini ke ranah pengadilan.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan gugatan dan berharap kadin pusat, tidak melantik Fery Rizal sebelum adanya keputusan inkrah.

“Ada 5 kabupaten yang walkout, Kota Bengkulu. Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Kami akan gugat hasil musprov ini ke pengadilan. Dan menyurati kadin pusat. Semua ini kami lakukan demi kemajuan dan penyegaran di tubuh organisasi kadin provinsi bengkulu” tutup Harius. (idn)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

12 − 2 =