Aset Terbengkalai Itu Segera Datangkan Duit

Aset Terbengkalai Itu Segera Datangkan Duit

148
BERBAGI
bengkulu
Ist/RBO: Plt. Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah membacakan sambutan Mensos RI.

Sahid Group, Plt Gub: Sudah Ada Penawaran

 

RBO, BENGKULU – Terbengkalainya aset Pemda Provinsi Bengkulu menjadi tugas penting ditahun 2018 mendatang. Dimana lelang Mess Pemda sampai saat ini sudah mencapai pembahasan kajian pihaknya. Informasi terbaru, jika kedua aset itu kini sudah dilirik oleh pihak PT Sahid Group, dimana Sahid Group mengelola 20 hotel di seluruh Indonesia di bawah bendera Sahid Hotels. Selain Hotel, Sahid Group juga memiliki bisnis di bidang media (Bisnis Indonesia Group), tekstil, properti, kesehatan dan pendidikan.
Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah, MMA mengatakan sistem kerjasama itu berupa kontrak. Bahkan Rohidin membeberkan, jika Sahid Group akan membayar pertahun aset daerah itu sebesar Rp 400 juta.
“Sekarang sudah dikaji, kemarin sudah masukan penawaran ke saya. Beberapa waktu lalu, ownernya datang dari pihak Sahid Group. Dia bahkan mengatakan ini potensinya bagus sekali, dia menawarkan kepada saya bagaimana nantinya dikelola. Beliau menawarkan agar dengan sistem kontrak. Misal selama 30 tahun dengan pertahunnya akan dibayar Rp 400 juta dikontrak, dia mau,” terangnya.
Mess Pemda di kawasan Tapak Paderi Kelurahan Malabero itu, dikatakan Rohidin sangat berpotensi menarik wisata luar bahkan asing sekaligus. Hal ini yang dibahas terhadap pihak Sahid Group, kemungkinan pun akan dibangun hotel yang mewah. Bahkan ini mendorong program wonderfull Bengkulu pada tahun 2020 mendatang. Ia pun enggan permasalahan lelang ini terlalut dimakan oleh waktu. Selain itu, melihat pengalaman pada tahun lalu terjadinya gagal lelang dikarenakan perizinan dan lain lainnya. Dengan demikian, dengan kajian nanti dengan PT Sahid Group mess Pemda Provinsi Bengkulu dapat saling menguntungkan sesuai mekanisme aturan. Tak hanya itu, ia pun berharap agar aset pemda seperti view tower, Sport Center, Gedung Eks STQ, Wisma Bung Karno hingga Stasiun Rel Kereta Api yang terbengkalai selama ini dapat dikelola sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Mereka nanti akan melengkapi semua, setelah itu akan dibangun kolam renang, restauran hingga gedung. Ditawarkan ke kita Rp 400 juta pertahun dengan naik 6 persen. Saat ini masih kita kaji, alternatif kedua nanti akan kita menghitung nilai ekonominya baru nanti akan kita bentuk penyertaan modal artinya kita anggap saham kita baru dapat bagi hasil. Kita lihat juga bagaimana teknisnya pihaknya memiliki hak untuk mengelola itu, sistem mekanismenya harus jelas. Agar tidak melanggar aturan, sekarang sudah dibahas di Sesda bahkan sudah membentuk tim,” imbuhnya kemarin (5/12). (run)

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

13 + five =