Motode BPIS RSMY Pertahankan Akreditasi Paripurna Bintang 5

Motode BPIS RSMY Pertahankan Akreditasi Paripurna Bintang 5

5
BERBAGI
ADIT/RBI Potong tumpeng dalam rangka HUT RSMY ke 20

ADIT/RBI

Potong Tumpeng HUT RSMY ke 20

 

RBO >>  BENGKULU >>  Direktur RSUD M. Yunus Bengkulu, dr. Zulki Maulub Ritonga, Sp.An mengatakan, pihak manajemennya saat ini menerapkan metode Bagaimana Bila Pasien Itu Saya (BPIS) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap hari. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan oleh petugas RSMY berfokus pada pasien.

   “Semua pelayanan RSMY sudah berstandar. Perbaikan pelayanan itu semua kita terapkan dengan BPIS. Komitmen menjalankan metode BPIS ini dijalankan oleh semua petugas di rumah sakit. Mulai dari security, clearning service, petugas IGD, rawat inap, poli, dokter dan manajemen. Kita berlakukan itu, kita tingkatkan rasa empaty. Petugas kami ketika melayani pasien mereka harus merasakan bagaimana bila Ia menjadi pasien. Dengan begitu tentunya pastinya petugas kita akan memberikan pelayanan setulus hati, profesional. Mulai dari kedatangan hingga kepulangan pasien,” katanya.

   Namun yang masih menjadi sedikit kendala saat ini, ketika hak pasien telah dipenuhi oleh pihak RSMY, kesadaran pasien untuk melakasanakan kewajibannya belum begitu baik.

   Zulki mengatakan, pelayanan yang diberikan oleh RSMY saat ini semakin baik. Hal ini dapat dibuktikan dan diukur dengan akreditasi RSMY saat ini dengan predikat paripurna bintang lima. Tingkat akreditasi tinggi yang diraih ini merupakan atas dasar pelayanan baik, sesuai prosedur yang diberikan oleh petugas RSMY.

   “Baru saja tim KARS datang dan melakukan penilaian. Insya Allah kita dapat mempertahankan akreditasi paripurna. Hasil kerja dan pelayanan yang diberikan dinilai oleh tim akreditasi, dari sini juga kita meningkatkan standar dan mutu pelayanan,” jelasnya.

   Disisi lain Zulki mengatakan bahwa, setelah akreditasi, pihak manajemen RSMY mulai 2018 ini mengarah untuk peningkatan status menjadi rumah sakit tipe A.”

   “2018 titik awal mewujudkan itu. Paling tidak 2020 atau 2021 itu sudah terwujud. Pembangunan dan penambahan fasilitas kesehatan dapat kita kejar dalam beberapa tahun ini. Namun yang masih menjadi hal berat untuk dipenuhi adalah dari sisi SDM, terutama dokter spesialis,” terangnya. (ae2)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × five =