Proyek Jalan Tol Lubuk Linggau – Bengkulu Mulai Dibahas Kemarin

Proyek Jalan Tol Lubuk Linggau – Bengkulu Mulai Dibahas Kemarin

172
BERBAGI
Ronal/RBO Para pejabat Provinsi Bengkulu sedang membahas Proyek Jalan Tol Bengkulu-Lubuklingggau, Sumatera Selatan

Jalan Tol Berdampingan Rel Kereta Api

RBO >>  BENGKULU >>  Plt Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto Rabu (6/12) kemarin memimpin pembahasan proyek jalan tol Bengkulu – Lubuk Linggau. Didampingi Asisten Pemda Provinsi Bengkulu, Ari Narsa, juga tampak dihadiri Bupati Kepahiang, Dr.Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, beserta perwakilan pimpinan daerah Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Benteng.

      Dalam pembahasan itu, Sekda menerangkan beberapa koordinat jalan yang mulai dilakukan pengerjaan nantinya. Selain itu membahas pembebasan lahan saat proyek akan dilaksanakan, agar tidak bermasalah hukum.

       “Ya, ini baru rapat membahas koordinator proyeknya. Dimana titik jalan itu yang akan dikerjakan, mekanismenya. Hingga menyampaikan sosialisasi terhadap unsur pimpinan daerah yang terkait,” terangnya.

       Target proyek ini diprediksi akan dioperasikan pada tahun 2020 mendatang. Dalam pembahasan ada beberapa trase jalan yang dijelaskan. Seperti kawasan Nanti Agung, Cirebon Baru, hingga Padang Lekat. Namun menurut Bupati Kepahiang kawasan tersebut belum masuk definitif. Menurutnya, hal ini baru kawasan perkiraan dari pihak Pemda Provinsi Bengkulu. Sehingga pihaknya akan membahas ini di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

      “Kita ingin agar pembebasan lahan ini tidak menjadi masalah nantinya. Sudah digambarkan trasenya. Namun belum definitif, kira kira melalui mana. Untuk trase sudah dijelaskan, dikawasan Cirebon Baru, Padang Lekat hingga Nanti Agung. Tapi itu bukan merupakan trase,’’ ujarnya.

       Hanya perkiraan saja dari pihak Pemda Provinsi. Dokumen resminya belum sampai, nanti besok rapat di BPJT. Untuk rel kereta api sepertinya sejajar, dibebaskan 120 meter hingga 150 meter lebar jalannya.

       ‘’Untuk jarak tempuh, sejauh 95 km. Selain itu lintas jalan belum kita ketahui. Tapi sepertinya masuk ke kawasan Bukit Daun, Hutan Lindung hingga TWA Bukit Kaba. Namun kita siap mendukung. Karena ini program nasional,” terangnya.

      Dikatakan  Plt Kadis PUPR Provinsi Bengkulu, Oktaviano, proyek megah ini  panjang jalannya 95 km dengan lebar jalan 150 meter. Dalam proyek ini pelaksanaannya dilakukan oleh PT Hutama Karya. Untuk pintu tol dikawasan Bengkulu, ia belum memastikan dimana yang akan dilalui. Sehingga jalan tol akan berdampingan dengan rel kereta api. Diketahui sendiri itu sepanjang 114 km.

      “Dari permintaan pihak mereka lebar 150 meter, dengan panjang 95 km. Untuk masalah lahan ini yang akan kita pertanyakan nanti di BPJT. Kita harus bentuk tim dari segi studi kelayakan, masterplan hingga izin lingkungan. Izin Kehutanan, kita akan menjadi inisiator karena ini kebutuhan masyarakat.  Sehingga kita undang yang terkait dalam rapat ini, untuk titik pintu belum tahu. Intinya kita mencari solusi agar wilayah dilewati tidak menganggu kawasan lindung,” imbuhnya. (run)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seventeen − thirteen =