Dinas Dikbud Telusuri Buku IPS yang Memuat Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Dinas Dikbud Telusuri Buku IPS yang Memuat Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Agus/RBO Inilah nama ibukota yang dipersoalkan
BERBAGI:

Imbau Pihak Sekolah Tak Terprovokasi

RBO >>  BENGKULU >>  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud-red) Kota Bengkulu langsung merespon cepat terkait adanya informasi beredarnya buku mata pelajaran IPS Sekolah Dasar (SD) kelas 6 yang diterbitkan oleh salah satu penerbit yang memuat isi bahwa Yerusalem Ibukota Israel, bukan Ibukota negara Palestina. 

Seperti diberitakan RBI kemarin (12/12), pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel sepihak oleh Presiden Amerika Donal Thrump sempat membuat ramai masyarakat di Provinsi Bengkulu, khususnya para guru di Kota Bengkulu. Pasalnya masyarakat Bengkulu khususnya yang bergelut di dunia pendidikan dihebohkan dengan adanya informasi terkait buku cetak pelajaran sekolah yang menuliskan bahwa Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Sementara itu, informasi tersebut didapat para guru dari pesan berantai yang dikirim melalui aplikasi sosial media WhatsApp (WA). Informasi itu diposting dalam bentuk foto-foto. Salah satu grup WA yang sempat geger terkait adanya informasi itu yakni grup Forum SDIT Indonesia.

Menanggapi masalah ini, Kabid Dikdas Disdikbud Kota Bengkulu H.Zainal Azmi,M.TPd menegaskan, bakal menelusuri terlebih dahulu terkait kebenaran adanya informasi buku pelajaran yang memuat hal itu.

“Nanti akan kita telusuri dulu. Buku itu terbitnya kapan, cetakan ke berapa dan tahun berapa? Kalau datanya sudah lengkap nanti, baru kita mengambil tindakan lebih lanjut. Lebih bagusnya lagi kalau ada yang melapor ke Dikbud dengan membawa bukti konkrit,” ungkapnya, kemarin (13/12).

Sementara itu, guna mengetahui apakah buku pelajaran itu sudah ada digunakan oleh sekolah SD/MI di Kota Bengkulu, pihaknya akan menyebarkan informasi itu ke grup WA SD/MI se-Kota Bengkulu.

“Itu langkah awal yang akan kita lakukan, nanti informasi itu akan saya sebarkan di grup WA sekolah,” tegasnya.

Ditambahkan dia, jika pasca memosting informasi tersebut di grup WA sekolah, banyak sekolah yang merespon ya, maka pihaknya  segera turun ke lapangan guna menindaklanjutinya.

“Jadi untuk mengetahui itu nanti kita akan melemparkan itu ke forum grup WA itu. Kalau memang ada laporan, misal kami banyak ni pak bagaimana? Karena mereka ini banyak gunakan buku beda penerbit, kita juga nggak tahu, asal punya bukti akan kita cek ke lapangan,” terangnya.

Tak hanya itu, untuk mendapatkan informasi yang lebih valid, pihaknya berencana juga akan menanyakan langsung ke agent distributor penerbit buku tersebut yang ada di Kota Bengkulu.

Dibagian lain, ia juga mengimbau agar pihak sekolah jenjang SD/MI se-Kota Bengkulu tidak mudah terprovokasi terkait adanya informasi buku pelajaran yang tidak sesuai dengan fakta itu.

“Kami imbau para kepala sekolah, seperti sekolah Islam Terpadu dan Pesantren jangan mudah terprovokasi. Jangan dulu menganggap berlebihan, jadi kita cari solusinya. Kita khawatir itu hanya trik orang-orang untuk memprovokasi. Saya juga masih penasaran terkait masalah itu, cetakan ke berapa dan kapan ini diterbitkan? Apakah sebelum isu Donal Thrump ini mencuat atau sesudahnya. Jadi kalau ini dicetak sebelum isu Donal Thrump ini kan juga tanda tanya, ini juga harus ditelusuri lebih lanjut ke penerbit, apakah salah cetak atau memang ada unsur kesengajaan?” tambahnya.

Sementara itu, jika seandainya ada sekolah SD/MI yang terlanjur menggunakan buku itu, ia meminta agar segera melaporkannya ke Dinas Dikbud Kota Bengkulu agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Supaya siswa dan guru tidak salah menerima informasi dari buku itu, baiknya gunakanlah dulu buku pelajaran yang memuat fakta yang sebenarnya, yakni bahwa Yerusalem itu Ibukota negara Palestina. Bukan Israel. Kan lucu juga nanti kalau ada guru buat soal pelajaran terkait masalah Ibukota negara itu, karena salah informasi, maka jawaban siswa menjadi salah, ini untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Wilayah (PW) KAMMI Bengkulu Muhammad Mursyid Ediyono,S.Pd mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak Dinas Dikbud Kota Bengkulu itu.

Ia pun berharap, langkah yang diambil Dikbud Kota dapat diikuti pula oleh sembilan Dinas Dikbud Kabupaten/Kota lainnya se-Provinsi Bengkulu agar siswa dan guru di Bengkulu mendapatkan informasi dari buku pelajaran sesuai dengan fakta bukan hoax.

“Itu langkah yang sangat tepat. Baiknya nanti kalau ada temuan dilapangan, buku itu langsung ditarik oleh Dinas Dikbud Kota Bengkulu hingga nanti ada klarifikasi dari pihak Kemendikbud RI dan penerbit buku itu, misal bahwa buku itu salah cetak atau informasi yang ada itu hoax,” tegasnya.

Dibagian lain, ia juga meminta agar pihak Kemendikbud dapat mengecek langsung kebenaran informasi itu ke penerbit terkait dengan menurunkan tim investigasi untuk mengumpulkan barang bukti. Sehingga ada titik terang dan dunia pendidikan di Indonesia tidak lagi diresahkan dengan adanya isu itu.

“Jika ada unsur kesengajaan, maka Kemendikbud harus mengambil langkah tegas. Misal memaksa pihak penerbit membuat klarifikasi. Jika mereka tidak mau bisa sampai diperkarakan ke hukum karena mencetak buku pelajaran tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. Ini termasuk pembodohan terhadap generasi anak bangsa,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

14 + nine =