Kepengurusan KONI Provinsi Bengkulu Resmi Dilantik

Kepengurusan KONI Provinsi Bengkulu Resmi Dilantik

BERBAGI
Iwan/RBO Suasana pelantikan pengurus KONI Bengkulu

 

RBO >>  BENGKULU >>  Puluhan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu resmi dilantik. Dengan adanya peresmian ini agar dapat membangkitkan cabang olahraga dalam kompetensi turnamen nantinya.

      Peresmian itu langsung dikukuhkan oleh Ketua KONI RI, Mayor Jenderal Purnawan TNI Tono Suratman. Dikatakan olehnya, agar pembentukan kepengurusan ini dapat meningkatkan kualitas dibidang olahraga.

      Diketahui, sebanyak 36 perwakilan  cabor mengikuti rangkai pengukuhan itu. “Kita berharap setelah peresmian ini agar dapat membentuk kualitas bidang olahraga di Provinsi ini. Selain itu agar dapat meningkatkan prestasi pastinya. Terutama nanti akan diadakan Porwil disini. Ini harus dibuktikan agar berkerja dan menyukseskan kegiatan itu,” terangnya.       Sementara itu Plt Gubernur Bengkulu Dr drh H Rohidin Mersyah, MMA merasa lega. Dengan peresmian ini, dapat membentuk atlet- atlet yang berprestasi.

      Menariknya, keterbatasan anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu selama ini dikeluhkan oleh Ketua KONI Bengkulu, Mufran Imron yang merupakan mantan Wakil Bupati Seluma. Minimnya anggaran yang dikucurkan diyakini Mufran menjadi kendala utama untuk menggali prestasi bagi atlet di setiap pelaksanaan program KONI. “Ada satu kendala yang menjadi momok selama ini, yaitu keterbatasan anggaran yang diberikan. Sehingga, fenomena yang terjadi pada pelaksanaan program, yaitu program yang mendukung budget anggaran bukan anggaran yang mendukung kebutuhan program. Sebab, tanpa bantuan anggaran yang baik, istilah peraihan prestasi bohong bisa dilaksanakan,” ujar Ketua KONI Bengkulu, Mufran Imron saat memberikan sambutan.

      Kendati demikian, sambung Mufran, dibawah kepemimpinannya, KONI diyakini mampu menjadi KONI modren, independen dan profesional.

      Untuk itu dirinya minta dukungan dari DPRD provinsi dan Pemerintah Provinsi agar masa masa kejayaan Provinsi Bengkulu dalam bidang olahraga pada masa keemasan tahun 1985 lalu bisa dicapai kembali  pada pelaksanaan PON 2020 yang akan diselenggarakan di Papua mendatang.       Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, harus diakui jika dukungan anggaran menjadi varian baru yang utama untuk membentuk sebuah prestasi.

Hanya saja, menurutnya uang bukan segala-galanya. Rohidin meyakini, jika peraihan prestasi dapat diraih dengan cara melakukan proses pembinaan yang benar dengan cara betul-betul menggali dan memperhatikan potensi sumber daya lokal.

“Sebagai solusi awal, saya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan membuka peluang sebesar-besarnya kepada KONI untuk besinergi menjalankan program membangun Bengkulu dari segi olahraga. Tidak semua Cabang Olahraga (Cabor) bisa dibiayai maksimal,” imbuhnya. (run)