Pimpinan PLN Mukomuko Diganti

Pimpinan PLN Mukomuko Diganti

293
BERBAGI
SENO/RBO: Serah terima Pimpinan PLN Rayon Mukomuko

Masyarakat Harapkan Perbaikan

RBO, MUKOMUKO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Region Bengkulu mengganti Pimpinan PLN Rayon Mukomuko. Hal itu diketahui saat seluruh karyawan PLN Rayon Mukomuko telah melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) antara pimpinan lama dengan yang baru, Selasa (14/2) di kantor PLN Rayon Mukomuko.

Kedepannya, PLN Rayon Mukomuko akan di managerial oleh Sugiarto yang menggantikan Asep Seherman yang sudah menjabat PLN Rayon Mukomuko selama 2 tahun.

“Rotasi posisi jabatan juga biasa terjadi di BUMN. Tujuannya untuk penyegaran dan perbaikan pelayanan bagi pelanggan PLN. Saya dengan pak Sugiarto hanya pindah tempat saja. Saya akan bertugas di PLN Area Bengkulu menggantikan posisi Pak Sugiarto sebelumnya,” singkat Asep saat diwawancara usai acara.

Diwaktu terpisah, Pimpinan PLN Mukomuko yang baru, Sugiarto mengatakan, ia siap melanjutkan program-program bagus yang selama ini diterapkan pimpinan lama. Ia juga akan mengupayakan perbaikan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko, khususnya sekarang yang masih menjadi permasalahan besar yakni kapasitas listrik yang tersedia masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

“Diawal tugas ini tentunya saya akan banyak bertanya dengan pak Asep. Terus terang saja saya belum terlampau memahami pekembangan PLN Mukomuko selama ini, mana program yang akan dikejar cepat dan program lain yang tujuannya peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Kabar pergantian pimpinan PLN ini disambut penuh harap sejumlah masyarakat Kabupaten Mukomuko. Salah satunya warga Desa Rawa Mulya SP 7 Kecamatan XIV Koto, Munawir. Ketua LSM Laskar Anak Bangsa ini berharap, listrik yang mengalir di desanya dapat hidup dengan normal.

“Terus terang saja, kami meminta kepada Manager PLN Mukomuko yang baru ini bisa memuaskan keinginan masyarakat kami, yang ingin listrik hidup normal alias hidup terus paling tidak kalau ada pematian dengan waktu tidak terlalu lama. Kalau selama ini berbeda, lebih lama matinya dari pada hidup,” singkat Munawir. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five − four =