Siswa Bisa Komplain Hasil Pengumuman UN

Siswa Bisa Komplain Hasil Pengumuman UN

257
BERBAGI
Ilustrasi Ujian Nasional

RBO, BENGKULU – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dispendikprov Bengkulu Raden Wahyu DP menyebut, hasil pengumuman kelulusan UN, baik jenjang SLTA dan SLTP dan sederajat dapat saja dikomplain ke Kemendikbud bila siswa peserta UN atau pihak sekolah pelaksana UN merasa dirugikan.

Dijelaskan, perbaikan nilai UN itu dapat dilakukan jika seandainya pihak sekolah dan siswa yang merasa dirugikan itu memiliki barang bukti dan data yang valid berkenaan dengan kemungkinan adanya kesalahan pada saat Panitia Pusat melakukan penilaian hasil Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) siswa.

“Kesalahan dalam proses penilaian hasil LJUN yang tahap pemindaiannya dilakukan di daerah dapat saja terjadi di tim penilai tingkat Panitia Pusat, karena mereka kan petugasnya manusia juga. Jadi kemungkinan terjadinya ‘Human Error’ bisa saja terjadi,” terangnya.

Disebutkannya, petugas yang berwewenang memeriksa dan melakukan penilaian terhadap LJUN siswa SLTA dan SLTP sederajat adalah dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) melalui tim Balitbang Kemendikbud RI.

“Silakan saja, kalau di Provinsi Bengkulu saat pengumuman hasil UN nantinya, baik jenjang SLTA maupun SLTP siswa ada yang merasa dirugikan datang melaporkan hasil temuannya. Alurnya, siswa melaporkan ke pihak sekolah, kemudian pihak sekolah akan melanjutkan laporan itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten/kota. Serta dari Disdikbud kabupaten/kota nanti akan melanjutkan laporan itu kepada Dispendikprov,” ulasnya.

Ditambahkan Wahyu, setelah barang bukti dugaan terjadinya ‘Human Error’ itu disampaikan ke Dispendikprov. Pihaknya akan langsung memeriksa satu persatu dokumen hasil temuan itu. Jika benar, maka pihaknya akan langsung terbang ke Jakarta untuk menemui Panitia Pusat dari Kemendikbud guna meminta solusi dari permasalahan tersebut.

“Jika laporan telah sampai ke Panitia UN Provinsi, tentu kami akan segera memfollow up-nya dengan melakukan cek ulang semua data terkait UN kemarin yang semua berkas data hard copy nya tersimpan di sekretariat Panitia UN Provinsi. Baik itu Hard Copy LJUN, soal UN maupun CD disket hasil pemindaian LJUN yang bakal kami kirimkan ke tim penilai Balitbang BSNP Kemendikbud RI nantinya,” bebernya.

Ia menambahkan, setelah dilakukan cross check data secara intensif antara data milik Dispendikprov dan tim Balitbang BSNP Kemendikbud RI, lanjutnya, maka nanti akan keluar suatu keputusan. Jika benar terjadi Human Error, maka nilai siswa maupun nilai rata-rata UN di suatu sekolah akan diubah dengan hasil yang sesungguhnya dengan tetap berpedoman pada aturan yang ada.

“Masalah ini terkait dengan hak siswa dan nama baik sekolah yang merasa dirugikan tadi. Jadi kami persilakan siswa dan pihak sekolah melaporkan jika ada temuan seperti itu nantinya pasca pengumuman hasil UN,” terangnya.

Ia menjelaskan, UN Utama tingkat SLTA akan mulai digelar bulan April 2017 mendatang serentak se-Indonesia.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Bengkulu tahun ini akan menggelar UN menggunakan dua sistem, yakni berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) dan berbasis computer atau Computer BasedTest (CBT).(ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

one × four =