80 Persen RL Impor Ikan Luar Daerah

80 Persen RL Impor Ikan Luar Daerah

171
BERBAGI

RBO, CURUP – Tinggi kebutuhan masyarakat akan pasokkan ikan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu membuat sejumlah Balai Benih Ikan (BBI) kesulitan. Akibatnya, Rejang Lebong terpaksa mengimpor pasokkan ikan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Kepada wartawan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejan Lebong, Ahmad Rifai, menjelaskan akan memaksimalkan peran Balai Benih Ikan (BBI), karena merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ikan sebagai upaya pemenuhan tingginya kebutuhan ikan. Sejauh ini Rejang Lebong baru memiliki 4 unit BBI yang tersebar di beberapa wilayah.

Ia menambahkan, dari 4 unit BBI yang saat ini memproduksi bibit ikan bermacam-macam jumlahnya. Misalnya saja BBI Dusun Baru dengan 1 juta benih selama setahun, BBI Rimbo Recap hanya 400 benih per tahun, BBI Babakan Baru hanya berkisar 600 bibit ikan per tahun, serta BBI Belumai yang saat ini hanya berkisar 800 bibit ikan dalam setahun. Dari sejumlah BBI yang ada di RL ini hanya mampu memenuhui kebutuhan di Kabupaten RL sebesar 20 persen, sedangkan 80 persennya masih dipenuhi dari luar.

“Kita masih memasok ikan dari luar, belum lagi adanya penurunan hasil bibit di BBI Belumai yang saat ini menjadi 800 ekor dari sebelumnya 2.000 bibit ikan dalam setahun,” kata Aryanto.

Masih minimnya jumlah BBI ini, kata dia, menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan ikan di Kabupaten RL. Idealnya, tambah Aryanto, setiap kecamatan memiliki 1 unit BBI. “RL ini memiliki 15 kecamatan, idealnya ada 15 BBI. Peluang usaha ikan masih sangat besar di RL, karena sampai saat ini kita baru bisa memenuhi 20 persen kebutuhan ikan masyarakat,” tutupnya.(gol)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY