Indonesia Kian Terancam! Ini Agenda Umat Selanjutnya

Indonesia Kian Terancam! Ini Agenda Umat Selanjutnya

254
BERBAGI
Dedi/RBO: Foto Bersama Seusai Diskusi.

RBO, BENGKULU – Allahuakbar! Indonesia kian Terancam dan apa agenda selanjutnya? Itu tema diskusi Dewan Pimpinan Daerah (DPD I)  Hizbut Tahrir Indonesia HTI Bengkulu kemarin.  Diskusi di hotel Samudera Dwinka itu mendatangkan narasumber Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HTI Jakarta Ust. Faisal Abbas dan General Manager harian RADAR BENGKULU, juga Ketua SPS (Serikat Perusahaan Pers) Provinsi Bengkulu, Syah Bandar.

Intinya agenda umat selanjutnya yaitu, umat Muslim berbuatlah sesuai dengan ajaran Islam, pilih pemimpin yang paham Islam, serta mempertahankan NKRI, Tegakkan Hukum yang sebenarnya dan seadil-adilnya. Gelora semangat cinta NKRI dan Cinta Islam. Siapkan Sekolah Islam Terpadu mulai dari TK hingga perguruan tinggi untuk persiapan generasi muda mendatang. Lahirkan hafis-hafis di tiap rumah Muslim. Terus berdakwah yang tepat sasaran. Dan tetap berjalan di atas konstitusi dan undang undang yang berlaku.

Diskusi itu diikuti oleh sekitar 230 peserta di aula Hotel Samudera Dwinka Kota Bengkulu sekira Pukul 08.00 hingga 12.00 WIB kemari, (19/2).

Dalam diskusi itu narasumber pertama Ust. Faisal Abbas mengatakan, umat di negara ini 2 golongan yaitu, Umat muslim dan umat Nonmuslim. Memang negara Indonesia sekarang ini dalam situasi sedang terancam. Hukum yang dijanjikan menjadikan panglima di negara ini belum terbukti. Berbagai ancaman yang dihadapi negara ini, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Musuh besar negara ini sudah menampakkan bayang-bayangnya sudah kelihatan tangannya.

Negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah jadi incaran negara lain. Kecurangan, ketidakadilan terjadi dimana-mana. Indonesia ini juga sedang dijajah oleh negara-negara lain. Kebijakan ekonomi di negara ini menguntungkan negara lain.

“Takbir! Musuh besar Negara ini mulai perlahan timbul menampakkan wujudnya. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus memahami Islam dan mari kita berpihak kepada orang-orang Islam. Yang paling mengancam adalah Muslim yang tidak melaksanakan ajaran Islam dalam hidupnya. Salah satu cara menerapkan syariat islam pada orang Islam adalah mengembalikan kepemimpinan Islam. Kepemimpinan ini bukan hanya sebatas orang islam, tapi sistem Islamnya harus diusahakan. Yang terpenting umat Islam kembali ke Islam yang sesungguhnya. Intinya kita umat Islam menjalankan ajaran Islam secara sempurna dan benar,” terangnya.

Demikian juga narasumber kedua GM Harian RADAR BENGKULU Syah Bandar mengatakan, sebagian Umat Islam di negeri ini kurang memahami ajaran Islam secara sempurna. Buktinya saat memilih pemimpin masih ada yang mencari selain dari seagamanya. Padahal Alquran sudah jelas mengajarkan soal pemilihan pemimpin itu. Oleh karena itu umat Islam harus menggelorakan semangat keislamannya. Pahami, pelajari, kaji dan laksanakan ajaran Islam secara sempurna dalam kehidupan sehari-hari.

Penegakan UU juga harus berkeadilan. Begitupun dengan media harus kritis dan menyuarakan kebenaran secara adil. Jangan menambah atau mengurangi fakta di lapangan.

Diskusi yang nenarik itu juga mendapat berbagai pertanyaan dari peserta untuk menghadapi kisruh yang terjadi di Indonesia saat ini. Peserta mempertanyakan kode etik wartawan. Juga masalah media yang tidak independen. Buktinya saat demo 212 dan aksi sebelumnya, sebagian media tidak menulis sesuai fakta. Massa 7 juta malah yang ditulis mencari-cari kekurangan dari aksi itu. (cw5)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − 5 =