Tetap Ingin Mengabdi untuk Daerah

Tetap Ingin Mengabdi untuk Daerah

186
BERBAGI
M. Rizon

RBO, MUKOMUKO – Dia merupakan potret anak bangsa yang ulet dan pantang menyerah hingga sukses meraih cita-cita. Bagaimana tidak? Sejak kecil, perjuangannya untuk meraih cita-cita tidaklah mudah. Setamat dari SDN 12 Teras Terunjam, pria kelahiran 10 April 1977 ini harus berpisah dari orangtua. Ia memilih merantau ke Kecamatan Mukomuko Utara (sekarang Kota Mukomuko) hanya untuk menempuh pendidikan setingkat SMP.

Hal itu terpaksa dia lakukan lantaran tak ada pilihan SMP lain di daerah itu. Tak lama ia mengenyam pendidikan SMP di Kecamatan Mukomuko Utara, lepas satu semester, dengan tekad kuat ia memberanikan diri merantau ke Kota Bengkulu. Di Bengkulu inilah, dia melanjutkan pendidikannya hingga tamat SMA.

Seusai menamatkan pendidikan setingkat SMA, dia belum merasa puas. Baginya, cita-cita yang sudah terlanjur terpatri dibenak haruslah diraih hingga tuntas. Oleh karena itu, diapun melanjutkan pendidikan di Universitas Bengkulu. Di perguruan tinggi ternama di Bumi Raflesia itu, dia mengambil jurusan Budidaya Hutan.

Selama mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, dia tak seperti mahasiswa lainnya. Dia tak hanya memikirkan tugas kuliahnya, namun ia juga berpikir bagaimana caranya memperoleh penghasilan. Paling tidak, pikirnya, ia tak perlu meminta uang kepada orangtua untuk sekadar biaya foto copy. Yah, begitulah dia. Bertekad kuat, bekerja keras dan ulet. Dialah M. Rizon, Kepala TU KPHP Model Kabupaten Mukomuko.

Tahun 2002, Rizon berhasil meraih gelar Sarjana Strata I. Selepas itu, ayah dari 3 orang anak ini berupaya mengadu nasib ke Ibukota Jakarta. Disana, ia sempat bekerja di salah satu bank internasional, Bank Standard Chartered. Walau demikian, bekerja di bukan bidangnya membuat ia merasa tak sesuai kehendak hati.

Akhirnya Rizon mengundurkan diri. Ia berusaha mencari peluang untuk kembali ke bangku kuliah. Pemilik motto “Dimana  ada  kemauan   disitu  ada jalan, sekali layar  terkembang  mundur  saya   berpantang,” ini akhirnya mendapat peluang  kuliah  di  S2 Institut Pertanian  Bogor (IPB) dengan  pembiayaan  sebagian  besar  dibantu  oleh JICA (Japan  International Cooperation  Agency). Pada 2005, resmilah ia menyadang gelar M.Si, dengan  IPK  sangat  memuaskan.

Selain merasa  bersyukur  karena  mimpi   kuliah  di IPB  ini  terwujud,   Rizon juga sangat bersyukur karena  keistimewaan dianugrahi Allah padanya  dengan kesempatan kuliah  satu  kampus    dengan   sosok   yang pernah menjadi orang nomor  satu  di  Indonesia dan Wakil Gubernur Bengkulu sekarang,  yaitu    Dr. Susilo Bambang Yudhoyono    dan   Dr. Rohidin  Mersyah.

“Alhamdulillah bisa satu alumni dengan Bapak SBY dan Bapak Rohidin Mersyah,” ujarnya sembari memperlihatkan  buku kenang-kenangan   ketika  wisuda   di IPB  dengan  orang-orang hebat   tersebut.

Melihat  perjalanan  panjang  yang  ditempuh  oleh   Rizon,  tentu  tidak   salah   bila saat  ini   namanya  cukup  dikenal  di kalangan praktisi  kehutanan di Provinsi Bengkulu, bahkan  se  Indonesia.

Terlebih  sejak   menjadi  PNS,   dia   mengabdikan  dirinya   di sektor  kehutanan  dan  sekarang  menjadi Kepala  Tata Usaha   di  KPHP  Model   Mukomuko sejak   tahun  2012  sampai  saat  ini.

Ditanya   soal  mau  apa  kedepan,  Rizon  cuma  tersenyum. Sebagai PNS   yang saat ini telah mengatongi  Sertifikat  Calon Kepala KPH  yang  ia dapat  dengan perjuangan pendidikan selama   empat   bulan  di Balai  Diklat Kehutanan  Bogor, ia tetap ingin mengabdi dan memberikan yang terbaik buat daerahnya.

Dimanapun dan apapun pekerjaan yang diberikan kepadanya, tekadnya akan diselesaikan dengan baik. Dari beberapa sumber yang RBI himpun, majunya KPHP Model Mukomuko yang wewenang pengelolaannya sudah diambil pusat, tidak luput dari perjuangan Rizon. Bahkan kata sumber yang enggan disebut nama ia rela mengeluarkan uang peribadi terlebih dulu asal kegiatan di Kantornya tidak terhambat. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight + 1 =