Dua Money Changer Tak Berizin Dalam Pengawasan

Dua Money Changer Tak Berizin Dalam Pengawasan

316
BERBAGI
ADIT/RBO: Kepala BI (tengah) saat memberikan keterangan terkait kewajiban izin KUPVA BB.

 

BI Berikan Izin KUPVA BB Gratis

RBO, BENGKULU – Seluruh Money Canger atau Kupva BB (Kelompok Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank) di Bengkulu harus memiliki izin dari Bank Indonesia. Saat ini ada dua Money Changer yang diawasi BI melakukan penukaran Valas tanpa izin. Mengenai hal itu, BI berikan izin Kupva BB dengan gratis kepada perusahaan yang melakukan kegiatan penukaran valas hingga 7 April 2017.

Berdasarkan PBI No 18/20/PBI/2016 Kupva BB yang belum memiliki izin diberikan kesempatan untuk segera mengajukan izin. Bila tidak BI bersama Kepolisian, PPATK, BNN akan melakukan penertiban dan penutupan.

“Sejak PBI (Peraturan Bank Indoensia) dibuat dan telah berjalan hampir enam bulan ini belum ada money changer yang mengajukan izin ke BI. Selain penukaran di Bank, dalam Kota Bengkulu hanya ada satu Money Canger yang yang memiliki izin dari kita yakni di PT. Nurtani Jaya, Soeprapto. Selain itu tidak ada. Hasil pantauan BI ada dua tempat atau toko yang menjalankan penukaran Valas yang secara sembunyi-sembunyi, tanpa keterangan kurs mata uang, tanpa papan merek apalagi izin resmi dari BI. Tempat yang kami maksud adalah salah satu tempat toko jam di Soeprapto kota Bengkulu. Satu lagi money Changer yang melakukan penukaran Valas secara terbuka dan belum memiliki izin itu ada di Kabupaten Bengkulu Utara,” sebut Kepala BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra saat press statment (21/2).

Dikatakan Endang, selain dari dua tempat itu masyarakat bisa membantu BI dan pihak kepolisian. “Jika menemukan praktik Kupva BB tak berizin segeramenginformasikan ke BI atau melalui call center 131 (bebas biaya).

Penertiban Kupva BB tanpa izin itu dilakukan untuk melindungi masyarakat atau konsumen. Karena Kupva BB yang tak berizin akan merugikan konsumen. Contohnya adalah tidak ada jaminan keaslian uang yang ditukarkan. Kemudian selisih nilai mata uang yang ditetapkan semena mena oleh tempat tersebut yang cenderung merugikan konsumen. Disamping itu juga adalah untuk memudahkan pengawasan dan mencegah dimanfaatkannya Kupva BB untuk pencucian uang, pendanaan terorisme, narkoba atau bentuk kejahatan lain.
Meskipun penukaran Valas di Bengkulu masih cenderung relatif kecil, namun masyarakat Bengkulu harus tetap teliti. “Di tepat kita (Bengkulu) jumlah penukarannya Valas masih sedikit. Orang kita banyak menukarkan uang rupiah ke mata uang asing itu banyak di Batam dan Jakarta. Misalkan saja orang kita ingin ke Singapura menukarkan rupiah ke Dolar Singapura pasti di Batam. Kemudian untuk yang Haji dan Umroh banyak sudah penukaran uangnya dari perusahaan induk dan bank yang telah bekerjsama,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT. Nirtani Jaya (Money Changer) ditemui saat Kepala Kantor Perwakilan BI Bengkulu bersama tim melakukan pemantauan di lapangan menyatakan bahwa transaksi Valas ditempatnya masih kecil.
“Penukaran Valas kita perminggu nya hanya Rp 5 juta hingga Rp 10 juta perminggunya. Sedangkan mata uang yang dominan ditukarkan adalah Ringgit dan Real. Untuk Ringgit itu banyak karena TKI yang pulang pergi,” ujarnya. (ae2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen + 10 =