Pedagang Pasar Tais Datang, Dewan Panggil Eksekutif

Pedagang Pasar Tais Datang, Dewan Panggil Eksekutif

150
BERBAGI
WAWAN/RBO: Pedagang Pasar Tais Datang, Dewan Panggil Eksekutif

RBO, SELUMA- Hingga kini, tarik ulur atas konflik relokasi Pasar Tais kecamatan Seluma Kota ke Pasar Induk Sembayat Kelurahan Timur tak kunjung selesai. Pemkab Seluma sendiri, terus mencari solusi agar relokasi Pasar dapat segera terwujud.

Salah satu cara terbaru, diterbitkannya SE (Surat Edaran bupati Seluma H. Bundra Jaya SH.MH nomor 511.2/70/SE-B2/2017 tertanggal 3 Februari 2017. Dikeluarkannya SE tersebut, diklaim sejumlah pedagang, salah satu cara penjegalan pemerintah dearah untuk menutup pasar Tais. Mencari solusi itu, kemarin Selasa (21/2) sekitar pukul 01.30 WIB, sejumlah pedagang didampingi LBH APKD (Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Perisai Keadilan Bengkulu)

“Kami mengharapkan dengan dewan yang terhormat agar kiranya Pasar Mingguan Tais jangan ditutup. Kami pedagang Pasar Tais ini tidak ada lagi yang mau membela ,dan tidak ada lagi yang berpihak dengan kami. Jadi kami mohon agar DPRD dapat membatu kami dalam permasalan pasar ini ” sampai Rusdi, salah satu perwakilan pedagang Pasar Tais, saat hearing, kemarin.

Pedagang Pasar Tais lainnya, Zizmi Yatim, menilai adanya SE yang dikeluarkan, sangat menghambat aktivitas pedagang Pasar Tais.

“Lihat sekarang¬† bupati Seluma membuat larangan terhadap PNS agar tidak boleh belanja dipasar Tais. Kami tetap mendukung adanya. Pasar harian di Sembayat, seperti di kecamatan lain, kami meminta biarlah pasar Tais tetap di buka sebagai Pasar Mingguan” harapnya.

Kedatangan sejumlah pedagang ke Komisi III DPRD Seluma kemarin, disambut baik ketua komisi III, Tenno Heika S. Sos bersama anggota dan wakil ketua II Okti Fitriani S.Pd. MM. Dalam hearing itu, pihak DPRD menyimpulkan dengan secepatnya akan memanggil pihak eksekutif, terutama Kadisperindagkop dan kasat Pol PP.

“Dalam waktu dekat kita akan panggil pihak terkait. Kita upayakan pedagang dapat berjualan dengan aman, dan tidak akan ada yang mengganggu salama proses berjualan” sampai Ketua komisi III, Tenno Heika, kemarin.

Tidak hanya itu, DPRD juga berencana akan meminta bukti-bukti terkait dugaan pungli dipasar Tais sebagaimana yang disampaikan sejumlah pedagang Pasar Tais dan LBH APKB, sebagai bahan pihaknya untuk memanggil pihak Disperindagkop. (One)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 + ten =