Perwira Polda Lapor Kuasa Hukum Tsk RS Bhayangkara

Perwira Polda Lapor Kuasa Hukum Tsk RS Bhayangkara

BERBAGI
RONAL/RBO: Jk Tsk RS Bhyangkara Saat Diperiksa di Ruang Renakta Reskrimum Polda Bengkulu

RBO, BENGKULU – Kasus pembobolan kas RS Bhayangkara Bengkulu sebesar Rp 6,9 miliar lebih tampaknya belum berhenti. Setelah ditetapkan mantan Kepala Keuangan berinisial So, sebagai tersangka. Kedua rekanan So pun diantaranya Jk dan Jn ikut tersangka terkait tindakan pidana pencucian uang.

Hal tak menduga dilaporkan oleh salah satu perwira Direktorat Reskrim Khusus Polda Bengkulu terhadap kuasa hukum kedua rekanan So. Peristiwa dengan dengan LP-B/137.II/2017/SPKT, terjadi pada awal bulan Februari lalu. Anggota perwira tersebut melaporkan terkait pencemaran nama baik terhadap Fa warga Jalan Setra Dago Utama No 67 Antapani Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

Terlapor mengatakan anggota perwira tersebut diduga meminta uang dalam penanganan perkara sebesar Rp 200 juta, nantinya uang tersebut diberikan terhadap anggota itu. Namun pelapor tidak pernah meminta uang yang dikatakan oleh Fa tersebut.

Menanggapi hal ini, Direktur Direktorat Reskrim Khusus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs Herman, tak mengelak laporan tersebut.

“Iya benar, akan kita tindak lanjuti. Dia bilang jika bawahan saya itu meminta sesuatu, padahal itu tidak ada. Saya khawatir malah kuasa hukum itu sendiri, namun laporan sudah kita layangkan ke reskrimum,” terangnya.

Kedua rekanan ikut terlibat, dikarenakan uang yang berasal dari So itu diduga akan digunakan untuk calon Pilkada pada beberapa tahun lalu. Sehingga kedua rekanan melakukan suatu proyek bersama So, hingga diketahui uang tersebut merupakan uang negara. Namun dalam pertengahan, akhirnya Jn mengembalikan kerugian negara sebesar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah.

Namun, Jk ditahan dikarenakan tak mampu mengembalikan kerugian negara. Dimana dalam pantuan Harian RADAR BENGKULU, Jk memasuki ruangan Subdit Renakta Polda Bengkulu.

Terpisah Direktur Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol A Rafik, yang saat ini berada di luar kota belum mengetahui persoalan tersebut.

“Semua yang berlawanan dengan hukum akan kita periksa. Namun soal itu nanti, saya masih di Jakarta. Belum tahu, akan kita lihat nanti,” imbuh Rafik via tekepon Selasa kemarin (21/02). (cw4)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eighteen + 8 =