Politisi Muda Dengan Ide Brilian

Politisi Muda Dengan Ide Brilian

BERBAGI
Novi Erian Andesca S.Sos

RBO, SELUMA – Novi Erian Andesca S. Sos, merupakan salah satu sosok politisi muda yang banyak memiliki ide brilian. Dipercaya menjabat Ketua DPC PDI-P (Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan) periode 2015-2020 kabupaten Seluma, Partai berlambang moncong putih kali ini, mampu mendongkrak kursi diparlemen dan mengusung pasangan Bupati Seluma H. Bundra Jaya SH.MH -Drs Suparto M.SI.

“Target PDI-P menjadi partai besar dengan meraup kepercayaan di masyarakat,” ujar Novi, belum lama ini.

Untuk mewujudkan itu, Novi jauh-jauh hari telah merintis dengan mengorbankan waktu, materi dan menelorkan gagasan yang bermanfaat. Berbagai program sosial telah dijalankan. Salah satunya baru-baru ini yakni memberikan bantuan kepada masyarakat berupa tambahan asupan makanan gizi berupa roti bagi ibu hamil, menyusui dan balita di Kabupaten Seluma.

“Program ini merupakan hasil koordinasi dan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Sasarannya adanya gizi baik bagi peningkatan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Tidak hanya itu, saat ini Novi juga tengah konsen menjalankan program partai berupa akan adanya pembentukan Koperasi Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) yang merupakan sayap partai.

“Dengan rencana ini, diharapkan juga mampu membantu ekonomi masyarakat Seluma yang mayoritas petani maupun nelayan.”

Sikap kepemimpinan, kebijakan serta lika-liku politik Novi, sebagai bentuk pribadi politisi muda kekinian, banyak menjadi perhatian dan dukungan masyarakat. Namun demikian, perjalanan karier politinya tentunya tidak mudah, dengan banyaknya rintangan, terutama protes dari kalangan politisi lain. Kendati demikian, Novi tetap merasa enjoy atas risiko politik.

Menurut Novi, untuk melakukan perubahan, harus dimulai dari sekarang. Ia masih mengingat dari untaian kata bijak yang mengatakan : “Tidak ada yang permanen selain perubahan.” Dan tentu saja saat yang tepat untuk berubah adalah sekarang.

“Marilah dibayangkan, betapa berharganya waktu yang telah dilewati. Waktu tidak bisa dibeli dan tidak dapat didaur ulang. Sadar atau tidak, setuju atau tidak, segala sesuatu akan tetap berubah dan terus berubah,” sampainya.

Menurutnya, suatu perubahan sikap dimulai dari titik perubahan atau pembaharuan cara berpikir. Untuk mengalami terobosan baru dalam pemikiran, diperlukan suatu momentum tertentu. Suatu peristiwa, tantangan, kesulitan atau bahkan bencana sekalipun bisa menjadi sebuah peluang untuk mengalami terobosan dalam pembaharuan pikiran.

Menyadari bahwa perubahan terus berlangsung, maka diperlukan adaptasi kepada perubahan tersebut. Hasil berinteraksi dan penyesuaian terhadap perubahan dapat membangun dan menyatukan pola pikir, pola sikap dan pola tindak untuk meneropong masa depan dengan visi.

“Orang bijak juga mengatakan, masa depan adalah sebuah impian, hari esok merupakan suatu permulaan” sampainya.(one)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twenty + 13 =