Dua Pelabuhan Khusus di BU Merugikan Daerah???

Dua Pelabuhan Khusus di BU Merugikan Daerah???

BERBAGI
Direktur PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo

RBO, BENGKULU – Ada dua unit pelabuhan khusus di Bengkulu Utara dan diduga merugikan operator pelabuhan Pulau Baai. Sebab, mereka tidak menggunakan jasa pelabuhan Pulau Baai.

Direktur PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo, Rabu (1/3) mengatakan, sejauh ini keberadaan pelabuhan khusus seperti milik PT Injatama yang berada di Ketahun dan PT Titan Wijaya di Putri Hijau belum terkoneksi sama sekali dengan Operator Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Namun hal ini bukan kapasitas Pelindo (IPC) untuk mengatur, bahkan juga mengawasinya, melainkan tupoksinya Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Pelabuhan khusus itu merupakan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), pihak perusahaan yang berkepentingan, jelas saja ada pengaruhnya. Karena menyangkut royalti terhadap daerah dan kami berharap kedepanya, pelabuhan khusus tersebut terintegrasi dengan pelabuhan Pulau Baai,” ujar dia kepada jurnalis usai konferensi Pers di salah satu rumah makan di Kota Bengkulu.

Jika KSOP mengatur agar pelabuhan khusus itu terintegrasi dengan Pulau Baai, Pelindo siap dan menyambut baik serta akan menyiapkan fasilitas. Supaya volume produksi batu bara yang erat kaitannya dengan royalti untuk daerah.

Soal pengerukan Alur

Drajat mengatakan, pengerukan alur segera dilakukan. Kapal keruk tiba di Pulau Baai Rabu (8/3) dan sehari setelah itu langsung kerja. “Kemungkinan besar Kamis (9/3) atau Jumat (10/3) pengerukan mulai dilakukan. Pengerukan sendiri diperkirakan memakan waktu selama 1,5 bulan,” ujar dia. (hcr)

Untuk lebih lengkapnya baca RADAR BENGKULU EDISI CETAK 3 MARET 2017

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two + thirteen =