5 Rumusan Gubernur Menuju Visit 2020

5 Rumusan Gubernur Menuju Visit 2020

61
BERBAGI
Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH

RBO, BENGKULU – Salah satu program prioritas Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH dan Wakil Gubernur Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA yang hingga saat ini terus dipromosikan yakni Visit 2020 Wonderful Bengkulu.

Sementara itu, guna menyukseskan program tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis terkait harus merumuskan beberapa point pendukung.

Dijelaskan Gubernur, ada 5 point penting yang wajib dirumuskan dalam pengembangan pariwisasta di Provinsi Bengkulu. Dimulai dengan mempersiapkan objek wisatanya, menyiapkan event, sarana prasarana (sapras), produk wisatanya serta yang terakhir yakni penyiapan kultur atau budaya masyarakatnya menuju masyarakat wisata.

“Jadi kita tidak perlu banyak–banyak, cukup 10 wisata saja dari masing–masing kabupaten/kota, tapi itu paten. Terus bagaimana merumuskannya, ya itu tadi perlu adanya koordinasi antar OPD bersama Tim Pokja,” tegasnya, kemarin (3/3).

Dijelaskan, lebih lanjut, guna merealisasikan 5 point rumusan dalam menyukseskan Visit 2020 Wonderful Bengkulu, setiap OPD teknis juga harus intens melakukan koordinasi dengan pihak 10 pemkab kabupaten/kota. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang justru tidak sinkron dengan program tersebut. Untuk selanjutnya, menghindari perdebatan panjang dengan pihak kabupaten/kota menentukan objek wisata andalan masing–masing, OPD teknis harus cepat melakukan pendataan wisata.

“Untuk objek wisatanya saja perdebatannya panjang ini. Makanya carilah cepat–cepat pihak yang objektif. Jangan sampai air terjun hanya 1 meter dijadikan wisata andalan. Terus bagaimana menentukannya, ya tentunya dengan menentukan rating atau peringkatnya,” terangnya.

Selain membahas program prioritas terkait pengembangan wisata andalan, dalam kesempatan ini, Gubernur Bengkulu RM juga meminta kepada OPD teknis terkait, seperti Badan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, untuk fokus dalam melaksanakan transformasi birokrasi berbasis IT menuju clean and good governance. Mewujudkan hal tersebut, OPD teknis harus melakukan tindakan atau aksi dasar yakni dimulai merubah kultur kinerja dan semangat kerja Pejabat dan Pegawai di jajaran Pemda Provinsi Bengkulu.

“Pertama itu tidak akan profesional jika tidak dilakukan Diklat atau Bimtek. Kedua, dipersiapkan tunjangan kinerja. Selanjutnya, harus dipikirkan saprasnya seperti kantor yang representative serta yang terakhir harus terjalin komunikasi antara OPD yang ada,” demikian jelasnya. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY