Jonaidi: Agen Cenderung Mark Up Harga Tiket

Jonaidi: Agen Cenderung Mark Up Harga Tiket

86
BERBAGI
Jonaidi SP

RBO, BENGKULU – Dari hasil pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan lembaga legislatif DPRD Provinsi Bengkulu, untuk biaya perjalanan dinas luar daerah, ditemukan adanya indikasi mark up harga tiket.

“Kejadian ini, sudah berulang kali terjadi. Bahkan sebelum kami dilantik jadi dewan provinsi tahun 2014 lalu, kejadian ini pun sudah ada. Diduga terjadi mark up tiket dan perjalanan dinas fiktif. Dan hal ini terjadi akibat adanya segelintir oknum agen travel nakal, sehingga menjadi temuan BPK,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP saat ditemui diruangannya, Senin (6/3).

Dijelaskan oleh Jonaidi, dari pertemuan mereka dengan pihak maskapai minggu lalu, rekomendasi BPK harus mengembalikan kerugian dari temuan harga tiket tersebut.

“Kami sudah menjelaskan dengan pihak BPK, untuk tiket dewan melakukan perjalanan dinas itu, pihak sekretariat yang menyiapkannya. Memang atas nama dewan, tapi yang mengurus pembeliannya adalah staf sekretariat, dan telah terbukti bahwa ada mark up yang dilakukan oleh agen travel terhadap harga tiket dari maskapai. Kemudian atas kesepakatan pihak agen tadi harus mengembalikan selisih kerugian tersebut,” jelasnya.

Adapun kerugian akibat mark up harga tiket itu, tidak seberapa. Hanya berkisar Rp 50 sampai Rp 100 Ribu. Kalau ditotal selama 2016 ini ada yang Rp 300 ribu, dan ada yang sampai Rp 3 juta.

“Kalau yang mark up harga tiket ini, silakan pihak agen travel dan maskapai menyelesaikannya. Dan untuk yang diduga perjalanan dinas fiktif, disana juga kita lakukan klarifikasi. Pada dasarnya seluruh anggota dewan tidak pernah melakukan perjalanan fiktif.

Hanya saja saat berangkat itu, tiketnya shit ekonomi, tapi saat naik pesawat dewan itu pindah ke shit bisnis. Dan tiket awalnya tetap belum berubah, masih di shit ekonomi. Semestinya shit bisnis.

Disitu mereka beranggapan dewan tidak berangkat. Padahal sebenarnya berangkat. Hanya saja ganti tempat duduk, bukan di shit berdasarkan tiket.

Dari temuan itu ada yang sampai tiga juta selisihnya dan tetap harus dikembalikan. Sementara saya, selisihnya hanya Rp 50 ribu. Dari agen travel sendiri, mereka sudah membuat surat pernyataan bersedia mengembalikan kerugian tersebut,” pungkas politisi Gerindra itu. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY